KENDARI, Kongkritpost.com- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara resmi meluncurkan tema dan logo HUT ke-62. Tapi pesan yang disampaikan jauh lebih tajam dari sekadar seremoni tahunan.

Dalam Rapat Koordinasi Harmoni Sultra, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, langsung memasang standar tinggi.

Perayaan tahun ini tidak boleh hanya ramai, tapi harus terukur dan berdampak.

Tema “Produktif untuk Sultra Sejahtera” dipilih sebagai garis tegas arah kebijakan. Tidak ada ruang untuk kegiatan yang sekadar menghabiskan anggaran tanpa hasil.

Gubernur bahkan mematok tiga indikator utama: jumlah pengunjung, dampak nyata bagi masyarakat, dan kebersihan.

“Harus produktif. Harus ada manfaatnya,” tegasnya Rabu (1/4/2026)

Bersamaan dengan itu, diluncurkan logo resmi bertajuk “Harmoni Sultra”. Bukan sekadar identitas visual, logo ini menyimpan pesan strategis.

Konsepnya menekankan keseimbangan antara pembangunan, budaya, dan lingkungan.

Simbol-simbol yang digunakan pun sarat makna—ombak sebagai karakter kepulauan, motif tenun sebagai identitas budaya, hingga anoa yang menegaskan pentingnya pelestarian alam.

Elemen padi, daun, laut, dan terumbu karang memperkuat pesan keberlanjutan. Sementara warna biru, hijau, dan oranye menggambarkan kehidupan, kesuburan, dan optimisme.

Seluruh rangkaian kegiatan akan dipusatkan dalam event Harmoni Sultra 2026 yang dijadwalkan berlangsung 24–27 April di kawasan Tugu Persatuan MTQ Kendari.

Namun sekali lagi, gubernur mengingatkan: ini bukan soal kemeriahan.

Ini soal hasil.

Pemprov Sultra ingin memastikan setiap kegiatan memberi efek nyata—menggerakkan ekonomi, menjaga lingkungan, dan memperkuat identitas daerah.

Pesannya tegas: HUT ke-62 Sultra bukan panggung seremonial, tapi momentum kerja nyata*