KENDARI, Kongkritpost.com- Usia 58 tahun bagi Bank Sultra bukan sekadar angka. Itu adalah fase matang, di mana eksistensi dan kontribusi lembaga keuangan ini terasa hingga pelosok Bumi Anoa. Momentum HUT ke-58, Senin (2 Maret 2026), di Tower Bank Sultra, menjadi bukti nyata bahwa bank daerah bisa lebih dari sekadar menyimpan uang: ia hadir untuk masyarakat.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, hadir dengan misi jelas: menyerahkan santunan kepada 100 santri penghafal Al-Qur’an dan penyandang disabilitas. Sebuah gesture yang menegaskan bahwa sinergi berkelanjutan bukan jargon, tapi aksi nyata.
“Lima puluh delapan adalah usia yang matang. Jaringan pelayanan Bank Sultra kini merambah pelosok, manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” tegas Gubernur Andi Sumangerukka, menegaskan posisi bank ini sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Acara HUT tidak hanya seremoni. Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, jajaran direksi, dan keluarga besar Bank Sultra hadir menyaksikan momentum ini. Penyerahan santunan bukan sekadar formalitas—namun simbol tanggung jawab sosial, terutama di bulan Ramadan. Santri tersenyum, difabel bersemangat, dan masyarakat menyadari satu hal: Bank Sultra tumbuh bukan untuk diri sendiri, tapi untuk semua.
Dari perspektif pembangunan, Bank Sultra menjadi penggerak ekonomi lokal. Dari sisi sosial, lembaga ini menunjukkan empati dan kepedulian. Kombinasi keduanya membuat usia 58 tahun bukan sekadar angka, tapi titik evaluasi sekaligus pembuktian. Sinergi, keberlanjutan, dan kepedulian: tiga kata yang merangkum perjalanan Bank Sultra hingga kini( Red)


