KENDARI, Kongkritpost.com- Suasana religius menyelimuti kawasan Jalan Subsidi, Perumahan Bukit Griya Celebes, Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari, Minggu (5/4/2026) malam.
Ratusan warga tumpah ruah di kediaman Afdhal. Mereka datang sejak menjelang magrib, memenuhi halaman hingga ruas jalan sekitar lokasi. Lantunan takbir menggema, menguatkan nuansa sakral dalam momentum Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Takbir Akbar.
Kehadiran dai kondang, Abdul Somad, menjadi magnet utama. Jamaah dari berbagai penjuru kota berbondong-bondong hadir, tak sekadar bersilaturahmi, tetapi juga menyimak tausiyah yang dinanti.
Dalam ceramahnya, Ustaz Abdul Somad menekankan pentingnya menjaga hati dan lisan setelah melewati bulan Ramadan. Ia mengingatkan, takbir bukan sekadar ucapan ritual, melainkan pengakuan atas kebesaran Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan.
“Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menundukkan ego dan kembali kepada fitrah yang suci,” tegasnya, disambut anggukan jamaah.
Gaya ceramahnya yang santai, diselingi humor, membuat suasana terasa hangat tanpa mengurangi kedalaman pesan. Jamaah tampak larut—sesekali tertawa, namun tetap khusyuk menyimak setiap pesan yang disampaikan.
Tuan rumah, Afdhal, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ustaz Abdul Somad dan seluruh jamaah. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai ruang memperkuat nilai religius dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar tradisi, tapi upaya menjaga persaudaraan dan nilai keislaman di lingkungan kita,” ujarnya Minggu (5/4/2026)
Kegiatan tersebut juga dihadiri tokoh agama, pemuda, dan masyarakat setempat. Selama acara berlangsung, suasana tetap tertib dengan dukungan pengamanan swadaya warga.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustaz Abdul Somad. Sejumlah jamaah mengaku mendapatkan ketenangan batin dan energi baru usai mengikuti rangkaian kegiatan.
Halal Bihalal ini menjadi pengingat: gema takbir tidak berhenti di lisan, tetapi harus menjelma dalam sikap—dalam keseharian yang lebih damai, lebih santun, dan lebih saling memaafkan*



