KENDARI, Kongkritpost.com-Dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2024, Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Aksar Kendari menjadi lokasi penting bagi dialog interaktif bertajuk “Santri Maju, Santri Cakap Digital” yang disiarkan langsung oleh RRI Kendari. Acara ini menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. M. Ridwan Badallah, S.Pd., M.M., sebagai narasumber utama, bersama sejumlah tokoh lainnya yang berperan dalam dunia pendidikan dan agama.Screenshot 20241022 160431 FacebookDalam pemaparannya, Dr. Ridwan Badallah menekankan pentingnya santri untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kecakapan di bidang teknologi. “Santri yang cakap digital dapat memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan kebaikan serta meningkatkan kualitas diri dan masyarakat,” ujar Dr. Ridwan. Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, santri harus menjadi garda terdepan dalam mengatasi tantangan digital, termasuk dalam menggunakan teknologi untuk dakwah ujarnya Selasa (22/10/2024)Screenshot 20241022 160417 FacebookKepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Kabid Pakis) Kementerian Agama Sultra, Drs. H. Muhammad Basril, juga hadir dalam acara tersebut. Ia menekankan bahwa santri harus bijak dalam memilih dan memilah konten di dunia maya. “Santri harus mampu menjadi teladan di masyarakat dengan menyebarkan konten positif dan menghindari hal-hal negatif yang banyak ditemui di internet,” ucapnya.Screenshot 20241022 160359 FacebookPesan ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Aksar, KH. Muhammad Nur Alfik, yang menekankan pentingnya pendampingan bagi para santri dalam menggunakan media sosial. Meski penggunaan media sosial di pesantren dibatasi, ia menjelaskan bahwa ada pendampingan khusus untuk memastikan santri tetap fokus pada hafalan Al-Qur’an sembari memanfaatkan teknologi secara produktif. “Kami tidak melarang penggunaan media sosial, tetapi ada panduan agar mereka tetap memanfaatkannya untuk hal-hal yang bermanfaat,” tegasnya.Screenshot 20241022 160406 FacebookSalah satu poin penting yang disampaikan Dr. Ridwan Badallah adalah peringatan agar santri berhati-hati dalam menggunakan media sosial. “Di balik manfaat besar media sosial, terdapat risiko seperti penyebaran hoaks dan pengaruh negatif terhadap perilaku. Namun, jika digunakan dengan baik, media sosial bisa menjadi sarana dakwah yang sangat efektif,” tambahnya.Screenshot 20241022 160316 FacebookDialog ini membuka wawasan baru bagi para santri mengenai pentingnya menguasai keterampilan digital di era modern. Selain itu, mereka didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu memanfaatkan teknologi secara positif, baik untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat luas.Screenshot 20241022 160312 FacebookDengan adanya keterampilan digital, santri diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Seiring dengan pesan yang disampaikan dalam acara tersebut, keterampilan digital akan menjadi bekal penting bagi santri dalam membangun bangsa dan menyebarkan kebaikan melalui teknologi.Screenshot 20241022 160258 FacebookHadir pula dalam acara tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh Kabid Pakis, Drs. H. Muhammad Basril, M.Pd., dan pimpinan pondok pesantren, KH. Muhammad Nur Alfik, SQ., S.Sos.I., yang turut memberikan pandangan tentang peran penting santri sebagai agen perubahan di era digital.Screenshot 20241022 160328 FacebookScreenshot 20241022 160307 FacebookAcara ini memberikan inspirasi baru bagi santri di seluruh Indonesia untuk semakin cakap dalam dunia digital, sehingga mereka bisa menjadi pilar penting dalam pembangunan bangsa di masa mendatang( Red)