KENDARI, Kongkritpost.com- Dunia penerbangan menuntut lebih dari sekadar keterampilan teknis. Kemampuan berkomunikasi, memahami teknologi, dan bersikap bijak di ruang digital juga menjadi bekal penting bagi calon tenaga profesional. Berangkat dari kebutuhan itu, siswa Dirgantara Flight School (DIFIS) Kendari mengunjungi Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Selasa (20/10/2026).
Kunjungan tersebut membawa para siswa keluar sejenak dari rutinitas pembelajaran di kelas. Mereka diajak melihat langsung bagaimana teknologi dimanfaatkan pemerintah untuk mendukung pemantauan kota dan pelayanan kepada masyarakat.
Di pusat kendali itu, siswa diperkenalkan dengan sistem kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sejumlah titik Kota Kendari. Mereka juga mendapat penjelasan mengenai layanan panggilan darurat 112, termasuk peran petugas penerima panggilan atau call taker dalam menerima dan meneruskan laporan masyarakat.
Tak hanya soal perangkat dan sistem pemantauan, rombongan DIFIS juga memperoleh pembekalan mengenai literasi digital. Etika berkomunikasi, penggunaan media sosial secara bertanggung jawab, serta kesadaran terhadap jejak digital menjadi bagian dari materi yang diperkenalkan.
Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menyambut baik kunjungan edukatif tersebut. Menurutnya, Command Center bukan semata-mata ruang operasional pemerintah, tetapi juga dapat menjadi tempat belajar bagi masyarakat yang ingin mengenal perkembangan teknologi dan sistem pelayanan perkotaan.
“Command Center terbuka untuk semua pihak yang ingin belajar. Mereka bisa melihat langsung pemantauan aktivitas warga karena CCTV kita sudah terpasang di mana-mana,” ujar Sahuriyanto.
Ia mengapresiasi DIFIS Kendari yang memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengenal teknologi di luar lingkungan pendidikan formal. Pengalaman tersebut dinilai dapat memperluas wawasan generasi muda mengenai pemanfaatan teknologi informasi sekaligus memperkenalkan fungsi pelayanan publik.
Bagi Sahuriyanto, penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman etika. Apalagi, generasi muda saat ini semakin akrab dengan media sosial dan berbagai platform komunikasi digital.
Sementara itu, Kepala Cabang DIFIS Kendari, Boyke Dewanto Raintung, yang akrab disapa Boy, mengatakan kunjungan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan zaman.
Ia menjelaskan, mayoritas siswa DIFIS berada pada rentang usia 17–18 tahun. Pada usia tersebut, media sosial sudah menjadi bagian dari keseharian mereka sehingga pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara bijak perlu terus diperkuat.
“Kunjungan ini menjadi wadah untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan umum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk kemampuan berkomunikasi dan pemahaman teknologi,” jelas Boy.
Menurutnya, calon tenaga kerja di industri penerbangan membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang terus berkembang. Pengalaman mengenal sistem pelayanan publik dan teknologi informasi diharapkan menambah wawasan siswa sebelum memasuki dunia profesional.
Menyiapkan calon tenaga profesional penerbangan
Di luar kegiatan kunjungan edukatif, DIFIS Kendari terus mengembangkan pendidikan dan pelatihan bagi calon tenaga kerja di sektor penerbangan. Lembaga ini menawarkan dua program utama, yakni Cabin Crew untuk calon pramugari dan pramugara, serta Manajemen Transportasi Udara (MTU) yang mempersiapkan peserta memasuki bidang pelayanan darat di bandara.
Bidang yang menjadi sasaran lulusan MTU antara lain layanan pelanggan, ramp handling, dan passenger service. Selama pendidikan, peserta mengikuti pembelajaran selama sembilan bulan sebelum melanjutkan praktik kerja atau on-the-job training selama tiga bulan.
Program praktik tersebut diarahkan ke sejumlah bandara pilihan, termasuk Kendari, Makassar, Denpasar, Jakarta, dan Surabaya. Menurut pihak DIFIS, sejumlah alumninya telah bekerja di berbagai maskapai, di antaranya Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, dan Lion Air.
Untuk menjaga proses pembelajaran, DIFIS membatasi jumlah peserta didik sebanyak 20 orang setiap gelombang. Kampus DIFIS Kendari yang berlokasi di Lepo-Lepo Square, Jalan Panjaitan Nomor 11, Kecamatan Baruga, kini membuka pendaftaran gelombang kedua yang dijadwalkan mulai Desember 2026.
Pihak sekolah juga menyediakan skema pembayaran biaya pendidikan secara bertahap untuk memberikan pilihan pembayaran kepada calon peserta didik.
Melalui kunjungan ke Command Center Kominfo, DIFIS Kendari berupaya memperluas pengalaman belajar siswa agar tidak hanya berorientasi pada keterampilan khusus penerbangan. Literasi digital, etika komunikasi, dan pemahaman terhadap teknologi pelayanan publik turut menjadi bekal yang penting ketika mereka kelak berhadapan dengan penumpang, rekan kerja, maupun masyarakat luas*















