KENDARI, Kongkritpost.com- Gemerlap pelaksanaan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 di Kota Kendari ternyata menyimpan kerja besar di balik layar. Di saat delegasi internasional menghadiri forum antarkota Asia Pasifik dengan nyaman, ada operasi senyap yang berjalan penuh disiplin di perairan Teluk Kendari.

Pengamanan laut menjadi salah satu “urat nadi” suksesnya agenda internasional yang berlangsung 7 hingga 9 Mei 2026 tersebut. Stabilitas kawasan perairan dijaga nyaris tanpa celah demi memastikan wajah Kendari tampil aman dan profesional di mata dunia.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Kendari, Dedi Wardana, memberikan apresiasi khusus kepada seluruh awak dan kru kapal pemerintah yang terlibat langsung dalam pengamanan dan dukungan operasional selama pelaksanaan UCLG ASPAC.

Menurutnya, keberhasilan event internasional itu bukan hanya soal kesiapan ruang konferensi atau penyambutan tamu negara, tetapi juga tentang kemampuan menjaga stabilitas wilayah, terutama jalur maritim yang menjadi etalase Kota Kendari.

“Kesuksesan UCLG ASPAC ini lahir dari kerja bersama. Seluruh unsur bergerak dalam satu komitmen menjaga keamanan dan kenyamanan para delegasi,” ujar Dedi Wardana Jumat (22/5/2026)

Selama kegiatan berlangsung, sejumlah unsur kapal pemerintah dikerahkan melakukan patroli rutin, pemantauan kawasan perairan, hingga pengawasan jalur strategis di sekitar Teluk Kendari. Operasi dilakukan secara terpadu dengan pola “maritime security ring”, yakni sistem pengamanan berlapis di wilayah laut untuk mencegah potensi gangguan sejak dini.

Kehadiran unsur patroli laut, kapal pengamanan, hingga armada pendukung logistik disebut menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi kondusif selama event internasional berlangsung.

Dalam dunia keamanan maritim, stabilitas perairan memang menjadi variabel penting dalam penyelenggaraan agenda internasional. Sedikit gangguan di laut bisa berdampak besar terhadap citra keamanan daerah. Karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi fondasi utama selama UCLG ASPAC berlangsung di Kendari.

Danlanal Kendari menilai soliditas antarlembaga maritim di Sultra selama event berlangsung menunjukkan kapasitas daerah dalam menangani kegiatan berskala internasional.

“Semua bergerak siang malam. Ini menunjukkan bahwa unsur maritim di Sulawesi Tenggara mampu bekerja profesional dan solid,” katanya.

Momentum UCLG ASPAC sendiri menjadi panggung penting bagi Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara untuk memperlihatkan kesiapan daerah di level global. Kehadiran kepala daerah dan delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik menuntut standar pengamanan yang tidak biasa.

Karena itu, keberhasilan menjaga perairan tetap aman selama kegiatan berlangsung dinilai menjadi capaian strategis tersendiri.

Kini, setelah UCLG ASPAC berakhir sukses tanpa gangguan berarti, Kendari bukan hanya dikenal sebagai tuan rumah yang ramah. Kota ini juga mulai dipandang sebagai daerah yang memiliki kapasitas koordinasi keamanan dan tata kelola event internasional yang semakin matang, terutama dalam sektor maritim*