KENDARI, Kongkritpost.com Pemerintah Kota Kendari bersama Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, Bank Indonesia, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya kembali memperkuat langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui program “Gerakan Pangan Murah”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi kebijakan nasional yang diimplementasikan hingga tingkat daerah, dengan tujuan utama menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap terjangkau di tengah dinamika harga pasar.

Gerakan pangan murah tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 29 Mei 2026, mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai, bertempat di Lapangan Parkir Kantor Balai Kota Kendari. Pemerintah mengajak masyarakat untuk hadir lebih awal guna menghindari antrean panjang yang diperkirakan terjadi akibat tingginya antusiasme warga.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan momentum ini secara tertib dan bijak. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar operasi pasar, melainkan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga warga ujar (28/5/2026)

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, yang turut melibatkan Menteri Dalam Negeri RI Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Dr. Akhmad Wiyagus, Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Wakil Gubernur Dr. Ir. Hugua, M.Ling, serta jajaran Pemerintah Kota Kendari.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasar, seperti beras (termasuk SPHP Bulog dan Beras Manisku), minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging ayam, daging sapi, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga sayuran segar.

Selain menyediakan bahan pangan murah, kegiatan ini juga disertai kampanye konsumsi bijak melalui gerakan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) serta ajakan “Stop Boros Pangan”, sebagai edukasi kepada masyarakat agar lebih sadar dalam mengelola kebutuhan pangan sehari-hari.

Pemerintah juga mengimbau warga untuk membawa kantong belanja ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan stabilitas harga tetap terjaga, inflasi daerah dapat dikendalikan, dan masyarakat Kendari semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok secara lebih ringan dan terjangkau*