KOLTIM, Kongkritpost.com- Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Tenggara, Ibu Arinta Andi Sumangerukka, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan dasar masyarakat melalui kunjungan kerja ke Kabupaten Kolaka Timur. Kunjungan ini dilakukan di dua lokasi strategis: Desa Tasahea, Kecamatan Tirawuta, dan Kelurahan Tababu, sebagai bagian dari pelaksanaan pembinaan Posyandu serta implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa dan kelurahan.

Screenshot 20250525 222721 Facebook

Lebih dari sekadar kunjungan formal, Ibu Arinta hadir dengan semangat membawa perubahan. Ia memberikan arahan teknis dan motivasi langsung kepada para kader Posyandu, serta menyerahkan berbagai bentuk bantuan konkret berupa alat pemadam kebakaran, sembako, dan perlengkapan kesehatan. Bantuan ini diharapkan menjadi pemicu semangat para kader untuk terus melayani masyarakat dengan optimal dan penuh dedikasi.

“Kunjungan ini adalah wujud nyata komitmen kami. Posyandu tidak lagi hanya bicara soal timbang bayi dan imunisasi. Ia telah berevolusi menjadi pusat layanan terpadu masyarakat yang menangani enam aspek penting dalam SPM,” ujar Ibu Arinta dalam sambutannya.

Screenshot 20250525 222727 Facebook

Enam bidang SPM yang dimaksud mencakup: kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, dan ketertiban masyarakat. Sesuai amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini ditetapkan sebagai lembaga kemasyarakatan desa yang berperan aktif dalam pengembangan sumber daya manusia secara menyeluruh.

Ibu Arinta juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam penguatan Posyandu, mulai dari pemerintah desa, perangkat daerah di tingkat kabupaten, hingga provinsi. “Kita dorong kader Posyandu agar tidak hanya fokus pada layanan balita dan lansia, tapi juga mampu menjadi penghubung masyarakat dengan pemerintah terkait sanitasi, pendidikan, perumahan, hingga masalah sosial lainnya,” tegasnya Pada Sabtu (24/5/2025)

Screenshot 20250525 222753 Facebook

Dalam kunjungan tersebut, semangat para lansia dan kader Posyandu Desa Tasahea turut mencuri perhatian. “Luar biasa. Di usia yang tak lagi muda, ibu-ibu lansia dan para kader tetap aktif dan semangat mendukung pembangunan di desa. Ini teladan luar biasa,” ucap Arinta penuh kagum.

Desa Tasahea sendiri kini menjadi Posyandu percontohan di Kolaka Timur. Partisipasi masyarakatnya mencapai 95 persen dan telah berhasil mengintegrasikan empat layanan Upaya Kesehatan Perdesaan Mandiri (UKPM): Posyandu Balita dan Ibu Hamil, Posyandu Lansia, Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), dan Posyandu Remaja.

Screenshot 20250525 222806 Facebook

Bupati Kolaka Timur, H. Abdul Azis, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada Ibu Arinta. “Kehadiran Ibu Arinta bukan hanya membawa semangat dan motivasi, tetapi juga bantuan langsung yang sangat dirasakan masyarakat. Ini menjadi bentuk perhatian nyata dari Pemerintah Provinsi kepada kami di daerah,” ungkapnya.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari persiapan Sulawesi Tenggara menghadapi Lomba Posyandu Tingkat Nasional yang akan digelar pada Agustus mendatang. Menurut Ibu Arinta, lomba ini bukan sekadar ajang prestasi, tapi momentum untuk evaluasi, perbaikan, dan peningkatan layanan Posyandu secara menyeluruh.

Screenshot 20250525 222812 Facebook

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan simbolis bantuan kepada para kader dan masyarakat, sekaligus menjadi simbol semangat gotong royong dan kolaborasi dalam membangun desa dari tingkat paling dasar.

Dengan dukungan kuat dari semua lapisan pemerintahan dan masyarakat, Posyandu di Kolaka Timur diharapkan benar-benar menjadi ujung tombak pelayanan publik yang adaptif, inklusif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa( Red)