KENDARI, Kongkritpost.com- Pemerintah Kota Kota Kendari menggelar doa bersama lintas agama sebagai bagian dari rangkaian persiapan menyambut forum internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kendari ke-195.
Kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan yang memperlihatkan wajah sosial Kendari sebagai kota yang tumbuh di atas keberagaman. Dari berbagai unsur agama, masyarakat hadir dalam satu titik yang sama: memanjatkan harapan untuk kota yang lebih damai, maju, dan semakin dikenal di tingkat internasional.
Wali Kota Siska Karina Imran menegaskan bahwa momentum HUT ke-195 bukan hanya perayaan seremonial, melainkan refleksi perjalanan panjang pembangunan kota. Ia menekankan bahwa keberagaman yang hidup di tengah masyarakat Kendari adalah kekuatan yang harus terus dijaga, bukan perbedaan yang memisahkan.
Menurutnya, doa bersama lintas agama menjadi simbol nyata bahwa masyarakat Kendari memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga harmoni. Dari rumah ibadah yang berbeda, seluruh elemen masyarakat dipertemukan dalam satu tujuan yang sama, yakni mengharapkan kemajuan dan kesejahteraan kota Ujar Rabu 6/6/2026 Di Balaikota Ruang Samaturu.
Menjelang pelaksanaan UCLG ASPAC, Kendari kini bersiap menjadi tuan rumah forum yang akan mempertemukan berbagai pemerintah kota dari kawasan Asia Pasifik. Agenda ini dipandang sebagai peluang strategis untuk memperkuat posisi Kendari di panggung internasional, khususnya dalam bidang kerja sama kota dan pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan kegiatan tersebut. Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat keramahan terhadap tamu, hingga menjaga ketertiban di ruang publik menjadi bagian dari tanggung jawab bersama sebagai tuan rumah.
Di sisi lain, peringatan HUT ke-195 Kota Kendari menjadi momentum untuk menegaskan arah pembangunan ke depan. Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter masyarakat yang lebih disiplin, peduli, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
Doa bersama lintas agama ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian agenda besar Kota Kendari. Harapannya, seluruh kegiatan dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kesan positif bagi tamu daerah maupun mancanegara.
Di usia yang hampir dua abad, Kendari ingin menegaskan identitasnya sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara infrastruktur, tetapi juga matang secara sosial. Sebuah kota yang maju, namun tetap menjaga akar kerukunan sebagai fondasi utamanya*




