KOLAKA, Kongkritpost.com- Pujian itu datang tanpa terus terang. Di forum resmi Musrenbang, Andi Sumangerukka justru memilih membuka dengan kalimat yang jarang terdengar dalam forum perencanaan: apresiasi.

Di hadapan para kepala daerah di Hotel Sultan Raja, Selasa (5/5/2026), Gubernur Sulawesi Tenggara itu menyebut wajah Kendari kini sudah berubah—lebih tertata, lebih enak dipandang.

ā€œSaya harus sampaikan apresiasi kepada Ibu Wali Kota. Kendari ini sudah bagus, sudah cantik. Tapi kita tidak boleh berhenti di sini,ā€ ujarnya.

Nama Siska Karina Imran ikut disebut. Bukan sekadar formalitas, tapi pengakuan atas kerja-kerja penataan kota yang mulai terlihat hasilnya.

Namun pujian itu tidak berdiri sendiri. Ada pesan yang diselipkan—bahwa ā€œcantikā€ saja belum cukup. Kendari, sebagai ibu kota provinsi, harus naik level menjadi ikon.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengingatkan, kota ini adalah wajah Sulawesi Tenggara. Apa yang dilihat orang pertama kali di Kendari, itu pula yang membentuk persepsi terhadap daerah secara keseluruhan—baik bagi investor, wisatawan, maupun tamu pemerintah.

Karena itu, arah pembangunan ke depan tak lagi sekadar membangun, tapi memperhalus detail. Ruang terbuka hijau harus diperbanyak, jalan diperkuat, dan wajah kota di malam hari dibuat lebih hidup.

Di titik ini, Ia menjadi bagian dari strategi ekonomi.

Musrenbang RKPD 2027 pun dijadikan momentum menyatukan langkah antara pemerintah provinsi dan kota. Sinkronisasi anggaran disebut krusial agar proyek-proyek penataan kota tidak berjalan setengah-setengah.

ā€œKendari adalah wajah kita semua. Kalau wajahnya cantik, orang datang dengan kesan baik,ā€ kata Gubernur.

Kalimat sederhana, tapi maknanya dalam. Dari Kolaka, arah pembangunan itu ditegaskan: bukan hanya membangun kota yang layak huni, tapi kota yang membuat orang ingin datang—dan kembali lagi*