KENDARI, Kongkritsultra.com- Gerakan Pangan Murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-195 Kota Kendari mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Nambo, Sabtu (9/5/2026), dipadati warga sejak pagi untuk berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar.

Screenshot 20260509 131546 Gallery

Antusiasme masyarakat terlihat dari panjangnya antrean di sejumlah stan bahan pangan. Berbagai komoditas strategis seperti beras SPHP, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, sayur-mayur hingga buah-buahan menjadi produk paling diminati warga.

Fenomena ini menunjukkan tingginya respons masyarakat terhadap program stabilisasi harga pangan yang digagas pemerintah daerah. Dalam konteks ekonomi daerah, gerakan seperti ini dinilai menjadi bagian dari strategi menjaga purchasing power masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan pangan merupakan sektor fundamental yang berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan tetap terjaga.

“Hari ini gerakan pangan murah luar biasa antusias masyarakatnya. Tadi juga Pak Wamen datang melihat langsung. Kami memberikan harga di bawah harga pasar dan ada voucher Rp20 ribu untuk setiap pembelanjaan berkat dukungan Bank Sultra,” ujar Abdul Rauf.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar pasar murah biasa, tetapi bagian dari upaya memperkuat food security dan menjaga stabilitas inflasi daerah. Pemerintah Kota Kendari juga menggandeng berbagai pihak, termasuk sektor perbankan dan distributor pangan agar program berjalan efektif dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan sekitar 1.000 sak atau setara 5 ton beras SPHP. Hingga siang hari, lebih dari setengah stok beras dilaporkan telah habis terjual.

“Beras SPHP yang kita siapkan 5 ton sudah lebih setengah terjual. Selain itu ada telur, bawang, cabai, sayur, buah-buahan hingga produk olahan UMKM pangan yang ikut hadir meramaikan pasar murah ini,” jelasnya.

Tidak hanya menghadirkan kebutuhan pokok, kegiatan tersebut juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM pangan lokal. Sejumlah produk olahan khas daerah ikut dipasarkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis pangan lokal.

Dalam dunia ekonomi kreatif modern, konsep seperti ini dikenal sebagai integrated community market, yakni penggabungan antara stabilisasi harga, pemberdayaan UMKM, dan penguatan interaksi ekonomi masyarakat dalam satu ekosistem kegiatan.

Abdul Rauf menambahkan, gerakan pangan murah kali ini melibatkan sedikitnya 12 distributor pangan yang berpartisipasi membantu pemerintah menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk membangun rantai distribusi pangan yang lebih kuat dan stabil.

Ia juga memastikan program serupa akan kembali digelar pekan depan di halaman Kantor Wali Kota Kendari menjelang Hari Raya Idul Adha. Langkah tersebut dilakukan sebagai strategi antisipasi terhadap potensi kenaikan harga bahan pangan saat momentum hari besar keagamaan.

“Harapan kami tentu kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dan inflasi tetap terjaga. Alhamdulillah selama ini stabilisasi harga di Kota Kendari dalam posisi yang baik,” katanya.

Gerakan pangan murah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana Pemerintah Kota Kendari mulai membangun responsive public service, yakni pelayanan publik yang cepat merespons kebutuhan masyarakat, terutama dalam menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga warga.

Selain pasar murah, Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari juga menggelar lomba menu pangan nonberas yang diikuti 11 kecamatan se-Kota Kendari. Kegiatan itu menjadi bagian dari kampanye diversifikasi pangan lokal agar masyarakat tidak hanya bergantung pada konsumsi beras.

Dalam perlombaan tersebut, Kecamatan Kambu berhasil meraih juara pertama, disusul Kecamatan Baruga sebagai juara kedua dan Kecamatan Mandonga di posisi ketiga.

Para pemenang memperoleh hadiah sebesar Rp4 juta untuk juara pertama, Rp3 juta juara kedua, dan Rp2 juta juara ketiga. Kegiatan lomba mendapat dukungan dari Bank Indonesia, sementara pelaksanaan gerakan pangan murah didukung oleh Bank Sultra.

Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kota Kendari terus berupaya menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Gerakan pangan murah menjadi salah satu strategi konkret menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah*