KONSEL, Kongkritpost.com- Kehadiran PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, selama ini dipandang sebagian warga sebagai salah satu penopang utama perputaran ekonomi di wilayah lingkar tambang Torobulu.

Perusahaan tersebut dinilai tidak hanya menjalankan aktivitas pertambangan, tetapi juga membuka ruang kerja dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas yang tumbuh di sekeliling operasional tambang.

Namun, ketika PT WIN kini berhadapan dengan proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, perhatian publik di tingkat lokal ikut meningkat tajam.

Ribuan warga dari sejumlah desa di lingkar tambang Torobulu mendatangi dan memadati area PN Andoolo. Mereka datang secara terorganisir, namun diklaim berlangsung damai dan atas inisiatif masyarakat sendiri.

Kehadiran massa tersebut memperlihatkan kuatnya keterikatan ekonomi antara warga dan aktivitas perusahaan yang selama ini beroperasi di wilayah tersebut.

Di lokasi, terlihat berbagai kelompok masyarakat hadir, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja lapangan, hingga kalangan pemuda. Mereka membawa satu pesan yang sama: keberlanjutan aktivitas PT WIN.

Koordinator aksi warga lingkar tambang Torobulu, Pemrin, menyebut kehadiran ribuan masyarakat bukan gerakan yang dipaksakan, melainkan bentuk kesadaran kolektif atas dampak ekonomi yang mereka rasakan selama perusahaan beroperasi.

“Kedatangan masyarakat hari ini murni atas kesadaran dan keikhlasan mereka sendiri. Mereka ingin menunjukkan bahwa PT WIN selama ini telah banyak membantu masyarakat,” ujarnya Senin (8/6/2026)

Menurutnya, keberadaan PT WIN telah membentuk ekosistem ekonomi lokal, mulai dari tenaga kerja lokal, pelaku usaha kecil, hingga jasa pendukung yang tumbuh di sekitar wilayah tambang.

Situasi ini membuat proses hukum yang sedang berjalan tidak hanya dipandang sebagai perkara korporasi, tetapi juga menyentuh langsung stabilitas ekonomi masyarakat di akar rumput.

Warga berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan akhir dalam perkara tersebut.

“Ribuan masyarakat menggantungkan hidup dari aktivitas yang lahir dari keberadaan PT WIN. Kami berharap ada pertimbangan yang bijaksana,” tambah Pemrin.

Aksi yang berlangsung di PN Andoolo tersebut berjalan tertib dan kondusif. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, kasus ini kini menjadi perhatian luas karena memperlihatkan persinggungan langsung antara kepentingan hukum, investasi, dan keberlangsungan ekonomi masyarakat di daerah*