KONKEP, Kongkritpost.com- Puluhan tahun merasa termarjinalkan oleh PT Gema Kreasi Perdana (PT GKP). Beberapa Lembaga yang tergabung dalam konsorsium meminta dengan tegas kepada PT. GKP agar segera angkat kaki alias keluar dari wilayah Kepulauan Wawoni.

Koordinator I Gerakan Konsorsium Selamatkan Pulau Wawonii, Enggi Indra Syahputra mengatakan ini adalah bentuk permulaan dari gerakan mengkonsolidasikan kekuatan untuk melawan tirani PT. Gema Kreasi Perdana (PT GKP).

“Kami ingin selamatkan Pulau Wawonii oleh karena itu kami mengadakan Konferensi Pers,” kata Enggi disalah satu cafe yang berada di Ibu Kota Jakarta, Selasa 1 Agustus 2023.

Enggi menjelaskan bahwa hal ini adalah langkah awal pihaknya dalam mengkonsolidasikan berbagai elemen kekuatan melawan PT. GKP. “Yang kita konsolidasikan bukan hanya masyarakat tetapi media dan berbagai elemen lainnya,” sebutnya. Rabu (2/8/2023)

Ditempat yang sama, Rendi Tabara selaku Koordinator II menyampaikan bahwa seharusnya pemerintah daerah maupun provinsi serta aparat penegak hukum (APH) mengikuti dan mematuhi putusan Mahkamah Agung Nomor 57 P/HUM/2022.

“Bukannya malah mengindahkan putusan Mahkamah Agung RI, berbagai instansi yang terkait malah memilih diam, ini kan aneh,” jelasnya.

Senada dengan Enggi, Awaludin selaku Koordinator III menyampaikan harapannya dalam gerakan yang mereka bangun agar mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

“Kami harapkan dukungan dari berbagai pihak dan yang merasakan hal yang sama terkait penindasan PT. GKP terhadap Masyarakat Wawonii khususnya pada Konferensi Pers ini, maka dari itu kita galang kekuatan untuk mengusir PT. GKP dari Pulau Wawonii,” ujarnya.

Awal juga membeberkan berbagai aspek mengapa PT. GKP harus segera hengkang dari pulau kelapa.

“Pertama soal status pulau Wawonii yang merupakan pulau kecil, jelas dalam undang-undang yang namanya pulau kecil bukan untuk ditambang, kemudian soal dampak lingkungan yang sangat mengkhawatirkan, mata air sebagai kebutuhan sehari-hari kini tercemar nyaris tak terpakai diduga akibat hadirnya PT. GKP,” bebernya.

Aktivis yang biasa disapa Awal tersebut juga menambahkan bahwa berbagai aspek kehadiran PT. GKP ini sangat tidak memungkinkan masyarakat Wawonii nyaman bahkan lebih banyak penderitaan yang dirasakan.

“Seharusnya kita sadar, selain mempertimbangkan aspek ekonomi kehadiran tambang seharusnya mampu memberikan asas manfaat lebih, alih-alih membuat masyarakat sejahtera kehadiran PT. GKP ini hanya menyengsarakan saja,” tegas Awal.

Ia membeberkan jika gerakan penolakan terhadap PT. GKP sejak dulu telah dikumandangkan baik masyarakat lokal (Kabupaten Konawe Kepulauan) sampai berbagai elemen lainnya, akan tetapi sampai hari ini PT. GKP masih saja melakukan aktivitas pertambangan.

“Sudah saatnya, kita kembali menggalang kekuatan untuk mengusir korporasi yang tidak berpihak kepada masyarakat, dan saatnya kita kabarkan kepada seluruh rakyat Indonesia terkhusus Presiden RI Joko Widodo, bahwa ada penindasan dan perampasan hak untuk hidup masyarakat Wawonii yang dilakukan oleh perusahaan tambang,” katanya.

Sementara pihak PT Gema Kreasi Perdana (PT GKP) hingga berita ini ditayangkan belum bisa dikonfirmasi awak media terkait tuntutan pihak Gabungan Lembaga Konsorsium. (Usman) Exacto Creditant