MUNA, Kongkritpost.com- Festival Liangkobori IV tidak hanya meninggalkan kesan sebagai perhelatan budaya yang meriah, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas lembaga mampu melahirkan agenda pariwisata yang memberi dampak nyata bagi daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kabupaten Muna, pemerintah desa, komunitas pemuda, dunia perbankan, hingga berbagai mitra strategis dinilai memiliki peran penting dalam menyukseskan festival yang kini semakin dikenal di tingkat nasional.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah, menjelaskan penyelenggaraan Festival Liangkobori IV didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 yang dikelola Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara. Selain itu, dukungan juga datang dari Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka melalui Bank Sultra, Bahteramas, serta Bank Indonesia yang ikut berkontribusi dalam penguatan sektor UMKM dan pengembangan kawasan wisata.

Menurut Ridwan, seluruh dukungan tersebut tidak hadir secara kebetulan, melainkan melalui proses koordinasi, komunikasi, dan orkestrasi yang dilakukan secara berkesinambungan oleh Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Festival ini adalah hasil kerja bersama. Tidak mungkin agenda sebesar ini berjalan baik tanpa sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, komunitas, serta berbagai mitra yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pariwisata dan budaya Sulawesi Tenggara,” ujarnya, Selasa (15/7/2026).

Ridwan mengungkapkan, salah satu hasil nyata dari kolaborasi tersebut adalah pembangunan pagar permanen di kawasan Situs Liangkobori yang mendapat dukungan dari Bank Indonesia. Realisasi program tersebut, kata dia, merupakan buah dari serangkaian pembahasan intensif yang dilakukan bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Muna dan Bank Indonesia melalui berbagai pertemuan, baik secara luring maupun daring.

Tidak hanya pada aspek infrastruktur, sinergi juga terlihat dari hadirnya sejumlah pejabat nasional dalam pembukaan Festival Liangkobori IV. Kehadiran Menteri Kebudayaan, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta sejumlah pejabat eselon I kementerian disebut sebagai hasil komunikasi yang dibangun secara bersama oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kabupaten Muna, Dinas Pariwisata Sultra, Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, Pemerintah Desa Liangkobori, panitia pelaksana dari Komunitas Pemuda Liangkobori, serta tokoh nasional asal Sulawesi Tenggara, La Ode Syarif.

Ridwan menegaskan bahwa kehadiran para pejabat tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan budaya dan pariwisata di Sulawesi Tenggara, bukan semata-mata karena inisiatif individu tertentu.

“Hadirnya Menteri, Wakil Menteri, dan pejabat kementerian merupakan hasil akselerasi bersama yang dibangun oleh Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Muna, Dinas Pariwisata Sultra, Dinas Pariwisata Kabupaten Muna, Kepala Desa Liangkobori, serta dukungan La Ode Syarif. Ada pihak-pihak lain yang memang hadir sebagai tamu undangan, namun kontribusi utama dalam proses persiapan berasal dari seluruh unsur yang sejak awal bekerja bersama,” jelasnya.

Ia berharap pola kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan pada penyelenggaraan festival-festival berikutnya. Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan lembaga pendukung.

“Festival Liangkobori telah menunjukkan bahwa ketika semua pihak bergerak bersama, hasilnya mampu mengangkat potensi daerah ke tingkat nasional. Ke depan, semangat kolaborasi ini harus terus dijaga agar Festival Liangkobori semakin berkembang sebagai agenda budaya unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan pariwisata, ekonomi kreatif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Ridwan*