BUSEL, Kongkritpost.com- Upaya mengangkat kekayaan budaya lokal menjadi daya tarik wisata terus digencarkan di Sulawesi Tenggara. Salah satu langkah nyata terlihat dari dimulainya rangkaian persiapan Festival Budaya Burangasi 2026 yang digadang-gadang menjadi agenda budaya terbesar di wilayah Buton Selatan tahun depan.
Persiapan awal ditandai dengan rapat koordinasi yang mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, komunitas budaya, tokoh adat hingga masyarakat Desa Burangasi.
Pertemuan yang berlangsung di Balai Desa Burangasi itu menjadi ruang bersama untuk menyatukan gagasan sekaligus menyusun langkah strategis menuju pelaksanaan festival yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah, menyebut festival tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya jangka panjang menjaga identitas budaya daerah sekaligus menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar festival tidak hanya sukses sebagai tontonan, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat langsung bagi warga.
“Festival ini lahir dari semangat bersama untuk menjaga budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan Buton Selatan kepada publik yang lebih luas,” ujarnya Sabtu (13/6/2026)
Berbeda dengan banyak kegiatan budaya yang hanya berpusat pada pemerintah, Festival Burangasi dirancang dengan pendekatan kolaboratif. Tokoh adat, pelaku seni, pemuda desa, hingga komunitas budaya dilibatkan sejak tahap perencanaan.
Model ini diharapkan mampu menjaga keaslian nilai-nilai budaya yang akan ditampilkan sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan meneruskan tradisi leluhur mereka.
Selain menampilkan atraksi budaya, festival tersebut juga diproyeksikan menjadi wadah promosi produk ekonomi kreatif masyarakat. Berbagai potensi lokal mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan hingga seni pertunjukan akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Dukungan terhadap penyelenggaraan festival juga datang dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata. Kehadiran dukungan tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi Burangasi untuk tampil sebagai salah satu destinasi budaya unggulan di Sulawesi Tenggara.
Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, pemerintah berharap Festival Budaya Burangasi tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga mampu menembus pasar wisata budaya nasional.
Masyarakat setempat pun diajak menjadi bagian dari kesuksesan acara tersebut. Sebab, keberhasilan sebuah festival budaya tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, melainkan dari kemampuan menjaga warisan leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Festival Budaya Burangasi 2026 berpotensi menjadi etalase besar yang memperkenalkan kekayaan budaya Buton Selatan kepada Indonesia, bahkan dunia*







