KONAWE, Kongkritpost.com- Ada satu hal yang tak bisa dibuat manusia: mata air yang terus mengalir dari perut gunung dengan kejernihan yang tetap terjaga. Itulah “modal utama” Wisata Permandian Batu Lapis di Desa Garuda, Kecamatan Pandangguni, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggaa.

20260725 135158 1

Di tengah menjamurnya destinasi wisata buatan, Wisata Batu Lapis justru menawarkan sesuatu yang sederhana namun mahal nilainya: air pegunungan yang bening, udara hutan yang sejuk, dan bentang sungai alami yang maih jernih

Tak heran, setiap akhir pekan kawasan ini berubah menjadi magnet wisata. Ratusan pengunjung datang dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara untuk menikmati kesegaran air yang disebut warga berasal dari mata air pegunungan tanpa permukiman di bagian hulunya.

images 16

“Setiap Sabtu dan Minggu jumlah pengunjung bisa mencapai ratusan orang. Airnya sangat jernih karena langsung berasal dari mata air pegunungan,” ujar Kepala Desa Garuda, Muhlis Abdu Musa, saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Muhlis, menjaga kejernihan alam tidak cukup hanya mengandalkan alam itu sendiri. Pemerintah desa melibatkan pemuda setempat yang setiap hari bergotong royong membersihkan kawasan wisata agar tetap nyaman bagi para pelancong.

20260725 140203

Langkah preventif juga dilakukan dalam aspek keamanan. Saat momen libur panjang maupun hari besar nasional, pemerintah desa berkoordinasi dengan Polsek, Satpol PP, Dinas Perhubungan hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna mengantisipasi lonjakan pengunjung.

“Hingga saat ini situasi tetap aman dan kondusif,” katanya. 

Namun di balik derasnya arus wisatawan, tersimpan persoalan yang belum sepenuhnya terurai. Potensi wisata yang terus tumbuh belum sepenuhnya diikuti dengan pembangunan fasilitas penunjang.

Padahal, keberadaan Batu Lapis kini telah menjadi salah satu denyut ekonomi Desa Garuda.

20260725 132417 1

Puluhan kepala keluarga menggantugkan penghasilan dari aktivitas usaha mikro di kawasan wisata tersebut. Warung makan, penjual minuman, penyewaan pelampung hingga berbagai jajanan lokal hidup karena ramainya pengunjung.

Muhlis berharap pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan intervensi nyata agar destinasi ini tidak berhenti hanya sebagai wisata alam, tetapi berkembang menjadi kawasan wisata ungulan.

20260725 140346

“Kami berharap ada pembangunan fasilitas umum seperti musala yang lebih representatif serta gazebo. Selama ini gazebo yang ada masih milik pribadi warga,” ujarnya.

Akses menuju lokasi sebenarnya mulai menunjukkan kemajuan. Melalui kolaborasi pemerintah daerah bersama program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), jalan menuju Batu Lapis kini sudah jauh lebih baik sehingga kendaraan roda empat dapat menjangkau kawasan wisata dengan lebih mudah.

Meski demikian, pembangunan di dalam kawasan wisata masih membutuhkan sentuhan. Fasilitas penunjang dinilai menjadi faktor penting agar wisatawan betah berlama-lama dan terdorong untuk kembali berkunjung.

20260725 134903

Harapan serupa disampaikan Mardina, salah seorang pedagang yang telah lama menggantungkan penghasilannya di kawasan wisata tersebut.

Menurutnya, omzet pedagang sebenarnya cukup menggembirakan ketika kunjungan wisata meningkat. Pada hari biasa atau akhir pekan, pendapatan bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari. Sementara saat momentum Lebaran maupun libur Tahun Baru, omzet dapat melonjak hingga sekitar Rp4 juta dalam sehari.

“Potensinya sangat besar. Yang kami harapkan sekarang adalah pembenahan fasilitas, terutama saluran air dan area permandian agar wisatawan semakin nyaman,” ungkapnya.

20260725 132405

Bagi para pedagang, renovasi fasilitas bukan sekadar mempercantik objek wisata, melainkan investasi ekonomi jangka panjang yang akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat desa.

Suara pengunjung pun sejalan dengan harapan warga. 

April, wisatawan asal Kecamatan Abuki yang baru pertama kali datang ke Batu Lapis, mengaku terkesan dengan suasana alami yang masih terjaga.

“Bagus. Tempatnya bersih, tertata, dan suasananya nyaman,” katanya singkat

20260725 135158 2

Menurutnya, dengan pembenahan sarana dan prasarana, Batu Lapis berpeluang menjadi salah satu destinasi unggulan di Konawe yang mampu bersaing dengan objek wisata alam lainnya di Sulawesi Tenggara.

Batu Lapis hari ini bukan sekadar tempat orang berenang. Ia telah menjelma menjadi ruang ekonomi, ruang rekreasi, sekaligus ruang harapan bagi masyarakat Desa Garuda.

Air pegunungan memang terus mengalir tanpa henti. Kini, warga berharap perhatian pemerintah juga mengalir dengan deras, agar potensi wisata yang telah menghidupi puluhan keluarga itu tidak berhenti di tengah jalan, melainkan tumbuh menjadi lokomotif ekonomi baru yang memberi manfaat berkelanjutan bagi desa dan daerah(Red)