KOLAKA, Kongkritpost.com- Keindahan alam menjadi pintu pertama yang mengundang wisatawan datang. Namun, rasa aman dan nyaman kerap menjadi alasan yang menentukan apakah sebuah perjalanan akan meninggalkan kesan baik.

Hal itu pula yang menjadi perhatian Kapolres kolaka yang diwakili Kepolsek Samaturu, dalam menjaga kawasan wisata Desa Sani-Sani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Kawasan Sani-Sani memiliki lanskap yang memadukan pesona pesisir dan perbukitan. Potensi tersebut perlahan menarik semakin banyak pengunjung, termasuk wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara.

Pertumbuhan kunjungan itu berjalan beriringan dengan kebutuhan untuk memastikan kawasan wisata tetap aman dan kondusif.

Polsek Samaturu secara berkala melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat dan wisatawan, terutama pada sejumlah titik yang menjadi pusat keramaian.

Kehadiran Kapolsek Samaturu Sabri S, Mewakili Kapolres Kolaka mengatakan situasi keamanan di kawasan wisata sejauh ini berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah, kedatangan wisatawan baik dari luar daerah maupun mancanegara berada dalam keadaan aman dan lancar. Hingga saat ini, situasi wilayah terkendali dan kondusif,” ujar Sabri saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2026).

Menurutnya, pengamanan bukan sekadar menghadirkan personel di lokasi wisata. Interaksi dengan masyarakat, wisatawan, dan pengelola menjadi bagian dari pendekatan yang dilakukan untuk menciptakan suasana yang nyaman.

Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan pariwisata yang tidak hanya membutuhkan keamanan secara fisik, tetapi juga hubungan sosial yang sehat antara pengunjung dan masyarakat setempat.

Dalam konteks pembangunan pariwisata, keamanan memiliki posisi yang strategis.

Wisatawan membutuhkan kepastian bahwa mereka dapat menikmati perjalanan dengan tenang. Bagi daerah, rasa aman menjadi bagian dari kepercayaan yang dibangun terhadap sebuah destinasi.

Kepercayaan itu pada akhirnya dapat memberikan dampak lebih luas.

Ketika wisatawan merasa nyaman, aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar destinasi ikut mendapatkan ruang untuk berkembang. Pedagang kuliner, pelaku UMKM, jasa transportasi, hingga usaha kreatif masyarakat dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya pergerakan wisatawan.

Karena itu, pengembangan Sani-Sani tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam.

Dibutuhkan ekosistem yang saling menguatkan antara keamanan, pelayanan, pengelolaan destinasi, masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah.

Kepolisian mengambil peran pada aspek keamanan dan ketertiban. Pengelola bertanggung jawab terhadap kenyamanan fasilitas. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dapat memperkuat atraksi serta pelayanan, sedangkan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadirkan keramahan lokal.

Kolaborasi tersebut akan menentukan wajah Sani-Sani ke depan.

Polsek Samaturu menyatakan akan terus menjaga situasi kamtibmas agar aktivitas wisata dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

Pada akhirnya, pariwisata bukan semata tentang tempat yang indah.

Ia juga tentang pengalaman manusia ketika berada di dalamnya.

Sani-Sani memiliki panorama untuk mengundang wisatawan datang. Dan rasa aman menjadi modal penting agar mereka pulang membawa kesan baik—serta memiliki alasan untuk kembali*