KENDARI, Kongkritpost.com- Pemerintah Kota Kendari mulai merapikan langkah. Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI tahun 2026 dipastikan digelar dengan konsep lebih efisien, namun tetap menjaga kualitas.

Rapat pemantapan dipimpin Asisten I Setda, Adriana Musaruddin, di Aula Samaturu Balai Kota, Kamis (9 April 2026). Pesannya tegas: koordinasi harus solid, persiapan tak boleh setengah matang.

“MTQ ini bukan sekadar lomba, tapi syiar dan pembinaan generasi Qur’ani,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh panitia agar cermat dalam penggunaan anggaran. Efisiensi menjadi kunci, tanpa mengorbankan esensi kegiatan keagamaan tersebut.

Di sisi teknis, Kepala Bagian Kesra, Sapri, memaparkan jadwal pelaksanaan. MTQ akan berlangsung selama dua hari, 15–16 April 2026, dengan pembukaan dipusatkan di Aula Samaturu dan direncanakan dibuka langsung oleh Wali Kota.

Tahun ini, Pemkot mengambil langkah selektif. Hanya 10 cabang lomba yang dipertandingkan, baik untuk kategori putra maupun putri. Kebijakan ini diambil sebagai strategi efisiensi, dengan tetap mempertahankan cabang yang kompetitif dan relevan.

Cabang yang dilombakan meliputi hifzil Qur’an dari 1 hingga 30 juz, tilawah anak-anak, remaja hingga dewasa, tartil, serta qira’at mujawwad dewasa—mengacu pada standar yang berlaku di berbagai daerah.

Selain itu, panitia juga memperketat syarat peserta. Mereka wajib berdomisili di Kendari, dibuktikan dengan dokumen resmi, serta memenuhi batas usia sesuai ketentuan nasional.

Dengan skema ini, Pemkot tidak hanya mengejar sukses pelaksanaan, tetapi juga kualitas hasil. Targetnya jelas: melahirkan qari dan qariah terbaik yang siap bersaing di level lebih tinggi*