KENDARI, Kongkritpost.com- Safari Ramadhan Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, berlangsung di Masjid Jabal Nur Rate, Kolaka Timur. Malam itu, Kamis 13 Maret 2025, suasana penuh khidmat. Warga menyambut hangat. Ini lawatan perdana sang gubernur ke Bumi Wonua Sorume sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Screenshot 20250314 135836 Facebook

Senyum tak lepas dari wajah Andi Sumangerukka. Ia menyapa, bersalaman, berbincang. Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum mempererat kebersamaan. “Bulan suci ini penuh berkah. Mari kita bangun Sultra bersama, dengan semangat persaudaraan dan gotong royong,” ujarnya.

Bukan sekadar kunjungan seremonial. Gubernur membawa program nyata. Ia memaparkan komitmen kerja 100 hari. Tak main-main, agenda ini mencakup banyak sektor. Dari sosial, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.

Screenshot 20250314 135824 Facebook

Bantuan hibah untuk rumah ibadah sudah dijadwalkan. Tanggal 17 Ramadhan, tepat di Nuzulul Qur’an, bantuan itu akan disalurkan. Tak berhenti di situ, beasiswa pendidikan juga masuk daftar prioritas. Mahasiswa jenjang S1 hingga S3 akan mendapatkan dukungan, melalui kerja sama Pemprov Sultra dengan berbagai perguruan tinggi.

Di bidang kesehatan, layanan ambulans darat dan laut akan digratiskan. Pertanian pun tak luput dari perhatian. Petani bakal menerima bantuan pupuk, benih, dan alat pertanian modern.

Screenshot 20250314 135809 Facebook

Gubernur juga membawa kabar gembira untuk ibu-ibu. Program modal usaha bertajuk “Mantu” (Modal Usaha untuk Ibu-Ibu) siap diluncurkan. Tak hanya itu, anak sekolah pun dapat keringanan. Perlengkapan dan seragam mereka akan disediakan gratis.

Tak hanya janji, eksekusi sudah berjalan. Sebanyak 150.556 paket sembako telah disiapkan. Yayasan ASR akan mendistribusikannya ke seluruh kabupaten/kota. Kolaka Timur mendapat jatah 9.000 paket, khusus bagi masyarakat kurang mampu.

Screenshot 20250314 135820 Facebook

Di akhir pertemuan, Andi Sumangerukka meminta dukungan masyarakat. “Saya dan Pak Hugua tak bisa bekerja sendiri. Kami butuh doa, butuh kebersamaan. Mari kita wujudkan Sultra yang lebih sejahtera,” katanya tegas.

Warga Kolaka Timur pulang dengan hati tenang. Ramadhan tahun ini terasa lebih berarti. Gubernur hadir bukan sekadar berbicara, tapi juga membawa harapan nyata( Red)