KENDARI, Kongkritpost.com- Menutup kalender pemerintahan 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memilih jalur yang tak lazim: bukan seremoni, melainkan diskusi terbuka bersama insan pers. Puluhan jurnalis dari berbagai media berkumpul di Lobby Kantor Gubernur Sultra, menyimak sekaligus menguji klaim capaian kinerja pemerintahan yang baru berjalan kurang dari satu tahun.
Forum tersebut menjadi ruang klarifikasi sekaligus pemaparan terbuka atas kerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka. Di hadapan media, Gubernur menegaskan bahwa transparansi bukan sekadar jargon, melainkan prinsip kerja yang sengaja diuji di ruang publik.
Ia menyampaikan, sejak awal masa kepemimpinannya, pemerintah provinsi berupaya membuka ruang dialog dengan media sebagai mitra kontrol sosial, bukan sekadar penyampai informasi satu arah. Menurutnya, pemerintahan yang sehat hanya mungkin berjalan jika kritik dan data dipertemukan secara terbuka ujar Andi Sumangerukka Rabu (31/12/2025)
Pada sektor infrastruktur, Gubernur membeberkan capaian konkret perbaikan jalan provinsi selama 10 bulan pemerintahan ASR–Hugua yang telah mencapai total 36 kilometer. Ruas-ruas tersebut mencakup peningkatan, rehabilitasi, hingga rekonstruksi jalan strategis penghubung antarwilayah yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat.
Capaian itu, kata dia, belum menjadi garis akhir. Pemerintah Provinsi Sultra menargetkan pembangunan dan perbaikan minimal 40 kilometer jalan provinsi pada tahun berikutnya, seiring penguatan perencanaan dan efisiensi anggaran.
Tak berhenti di infrastruktur jalan, sektor irigasi dan sumber daya air juga dilaporkan menunjukkan progres signifikan. Seluruh paket pekerjaan irigasi tahun 2025 diklaim telah mencapai progres fisik 100 persen. Pekerjaan tersebut meliputi rehabilitasi jaringan irigasi pertanian, pembangunan talud pengaman pantai, hingga normalisasi sungai di sejumlah kabupaten dan kota rawan banjir.
Di tingkat nasional, kinerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sepanjang 2025 turut tercermin dari sejumlah penghargaan. Di antaranya, Peringkat Ketiga Nasional Pemerintah Daerah Provinsi dengan Kinerja Terbaik dalam Penyelenggaraan Jalan pada ajang Bina Marga Sutami Award 2025, serta Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025.
Meski demikian, forum diskusi ini tak dimaknai sebagai ajang klaim sepihak. Kehadiran jurnalis justru dimanfaatkan untuk membuka ruang tanya, kritik, dan koreksi. Pemerintah provinsi menegaskan kesiapan untuk diawasi, dengan catatan pengawasan berbasis data dan fakta lapangan.
Menutup dialog, Gubernur Sultra menegaskan bahwa capaian 2025 adalah fondasi awal, bukan hasil akhir. Tahun-tahun berikutnya, menurut dia, akan menjadi fase pembuktian sejauh mana janji keterbukaan dan pembangunan berkelanjutan benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan memilih dialog terbuka sebagai penutup tahun, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara seolah ingin menegaskan satu pesan: kinerja tidak hanya diukur dari angka dan penghargaan, tetapi dari keberanian membuka diri terhadap sorotan publik( Red)


Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook