KENDARI, Kongkritpost.com- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak hanya membutuhkan pengerjaan fisik, tetapi juga dukungan pembiayaan agar proyek berjalan sesuai target. Di tengah kebutuhan tersebut, Bank Sultra menyalurkan fasilitas kredit modal kerja konstruksi dengan plafon mencapai Rp20,55 miliar.

Pembiayaan dari PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara itu ditujukan untuk mendukung kontraktor pelaksana proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di sejumlah wilayah Sultra.

Langkah ini menjadi bagian dari keterlibatan perbankan daerah dalam mendukung pembangunan infrastruktur pesisir yang masuk dalam agenda strategis nasional.

Berdasarkan data yang disampaikan Bank Sultra, sebanyak 19 paket proyek KNMP di Sultra telah berkontrak dengan nilai investasi keseluruhan mencapai Rp203,77 miliar.

Sementara itu, plafon kredit konstruksi sebesar Rp20,55 miliar telah disalurkan dan sedang diproses untuk membantu memenuhi kebutuhan modal kerja para kontraktor.

Kredit tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran arus kas pelaksana proyek, terutama untuk memenuhi kebutuhan operasional selama pembangunan berlangsung.

Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar. menegaskan, dukungan pembiayaan itu merupakan bentuk sinergi antara lembaga keuangan daerah dan pemerintah dalam mempercepat pembangunan kawasan pesisir.

Dengan dukungan modal kerja, kontraktor diharapkan dapat menjaga ritme pekerjaan sehingga pembangunan fasilitas nelayan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan Ujar Kamis (22/10/2026)

Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri merupakan inisiatif pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung pengembangan kawasan permukiman nelayan dan memperkuat aktivitas ekonomi berbasis kelautan.

Secara nasional, program tersebut disebut memiliki alokasi anggaran mencapai Rp4,94 triliun.

Bagi Sultra, pembangunan KNMP diharapkan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur semata. Kehadiran fasilitas yang lebih memadai di kawasan pesisir juga diharapkan mendukung produktivitas nelayan, memperbaiki akses terhadap sarana usaha, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Dukungan pembiayaan dari perbankan menjadi salah satu unsur yang dapat membantu kelancaran pelaksanaan proyek. Namun, manfaat akhirnya tetap bergantung pada kualitas pembangunan, ketepatan penyelesaian pekerjaan, serta pemanfaatan fasilitas oleh masyarakat nelayan.

Bank Sultra menyatakan akan terus mengambil bagian dalam mendukung pembiayaan sektor produktif dan pengembangan potensi ekonomi daerah, termasuk sektor kelautan dan perikanan.

Melalui pembiayaan konstruksi tersebut, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sultra diharapkan berjalan lebih lancar sekaligus memperkuat fondasi ekonomi pesisir di daerah*