KENDARI, Kongkritpost.com-Menjelang Hari Raya Idul Fitri, suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Pelabuhan Nusantara Kendari.

Kerinduan untuk kembali ke kampung halaman menjadi cerita yang sama bagi banyak orang sebuah tradisi tahunan yang tak sekadar perjalanan, tetapi juga momen untuk merajut kembali kehangatan keluarga.

Di tengah semangat itulah, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra secara resmi melepas ratusan pemudik yang mengikuti program mudik gratis menuju Bobong, Maluku Utara, Minggu (15 Maret 2026).

Menggunakan Kapal Kota Teratai, ratusan penumpang tampak antusias dan bersyukur mendapatkan kesempatan pulang kampung tanpa biaya. Program ini hadir sebagai solusi cepat atas kendala yang dialami para calon pemudik yang sebelumnya belum terakomodasi.

“Saya mendengar ada kendala teknis pada masyarakat kita yang akan mudik ke Maluku Utara, jumlahnya sekitar lebih dari 200 orang. Untuk itu saya memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan untuk menyediakan kapal yang diberangkatkan secara gratis menuju Maluku Utara,” ujar Gubernur.

Tak hanya melepas keberangkatan, momen tersebut juga diwarnai aksi spontan Gubernur yang membagikan uang kepada para pemudik. Tindakan itu pun disambut hangat, menambah suasana haru sekaligus kebahagiaan di antara masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman.

Program mudik gratis ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta Pemerintah Kabupaten Taliabu. Sinergi lintas daerah ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melayani masyarakat, khususnya di momen penting seperti Idul Fitri.

Dengan wajah penuh harap, para pemudik pun berangkat membawa doa dan kebahagiaan. Gubernur berharap perjalanan mereka berjalan lancar hingga tiba di tujuan.

“Semoga para pemudik bisa tiba dengan selamat dan dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga di kampung halaman,” tutupnya.

Mudik bukan sekadar perjalanan pulang ia adalah tentang kembali ke akar, memeluk rindu, dan merayakan kemenangan bersama orang-orang tercinta. Di balik deru kapal yang berlayar, tersimpan cerita harapan dan kebersamaan yang tak ternilai*