KENDARI, Kongkritpost.com- Hamparan persawahan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, kembali memasuki masa panen. Kali ini, Pemerintah Kota Kendari menggelar panen padi sawah Musim Tanam Kedua (MT II) Tahun 2026 bersama kelompok tani setempat, Senin (28/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di lahan Kelompok Tani (Poktan) Samaendre tersebut bukan sekadar agenda panen. Pemerintah Kota Kendari menempatkannya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan yang berkaitan dengan pengendalian inflasi daerah.
Panen dijadwalkan berlangsung mulai pukul 15.30 WITA dan dihadiri Wali Kota Kendari bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah pemangku kepentingan sektor pangan dan pertanian.
Persawahan Amohalo sendiri menjadi salah satu kawasan pertanian yang memiliki peran dalam menopang produksi pangan di wilayah Kota Kendari.
Dalam agenda tersebut, pemerintah tidak hanya melihat hasil panen dari sisi produksi. Pertemuan dengan petani juga menjadi ruang untuk mendengar langsung kondisi lapangan, mulai dari persoalan budidaya hingga kebutuhan yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas.
Rangkaian kegiatan diawali laporan Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari. Setelah itu, Ketua Gapoktan Samaendre menyampaikan kondisi kelompok tani yang berada di kawasan persawahan Amohalo.
Gapoktan Samaendre diketahui mewakili 16 kelompok tani yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Setelah sambutan Wali Kota Kendari, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi panen padi secara bersama-sama. Pemerintah dan petani turun langsung ke area persawahan sebagai simbol keberlanjutan produksi pangan di daerah.
Bukan Sekadar Panen
Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan temu wicara antara pemerintah daerah dan petani.
Forum ini menjadi kesempatan bagi petani menyampaikan aspirasi sekaligus membahas berbagai kebutuhan yang dapat mendukung keberlangsungan sektor pertanian di Amohalo.
Pemerintah Kota Kendari juga menyiapkan penyerahan bantuan secara simbolis sebagai bagian dari dukungan terhadap produktivitas pertanian di wilayah Baruga dan sekitarnya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa agenda pangan tidak berhenti pada kegiatan tanam dan panen. Pemerintah perlu memastikan petani memiliki dukungan yang memadai agar produksi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dari sisi pengendalian inflasi, keberadaan produksi pangan lokal juga memiliki arti penting. Ketika pasokan komoditas pertanian dapat dijaga, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat ditekan.
Karena itu, penguatan produksi padi menjadi salah satu bagian dari strategi menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung stabilitas harga di tingkat masyarakat.
Sejumlah pejabat dan lembaga strategis turut diundang dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua DPRD Kota Kendari, Komandan Kodim 1417 Kendari, Kapolresta Kendari, Kepala Kejaksaan Negeri Kendari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Kepala Perum BULOG Sultra, serta Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV.
Jajaran organisasi perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Kendari juga turut dilibatkan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa persoalan pangan tidak hanya menjadi urusan sektor pertanian. Produksi, distribusi, ketersediaan air, penyerapan hasil panen hingga stabilitas harga membutuhkan koordinasi lintas sektor.
Melalui panen MT II di Amohalo, Pemkot Kendari berharap produksi pertanian masyarakat terus berkembang dan kawasan persawahan tetap produktif.
Pada akhirnya, sawah bukan hanya soal gabah yang dipanen. Di balik hamparan tanaman padi, ada persoalan ketersediaan pangan, penghasilan petani dan stabilitas harga yang ikut menentukan daya beli masyarakat*

















