KENDARI, Kongkritpost.com- Nuansa khidmat menyelimuti halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara pada Minggu pagi, saat Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, M.Ling, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025. Dengan mengusung tema nasional “Memperkokoh Ideologi Menuju Indonesia Raya”, peringatan tahun ini menjadi momentum penting dalam mempertegas kembali semangat kebangsaan di Bumi Anoa.

Upacara diikuti oleh jajaran Forkopimda Sultra, Ketua DPRD Provinsi, para Kepala OPD, pejabat eselon, serta ASN lingkup Pemprov. Tak ketinggalan, kehadiran personel TNI, Polri, Brimob, Satpol PP, Tagana, Polisi Kehutanan, hingga pelajar SMA/SMK turut menambah semarak upacara penuh makna ini.
Yang menarik, formasi Paskibraka Provinsi Sultra tahun ini tampil berbeda. Mereka dibagi menjadi lima kelompok yang masing-masing mewakili satu sila dalam Pancasila, mencerminkan simbolisasi kolektif dari nilai-nilai dasar kebangsaan. Sebuah visualisasi yang menggugah dan mengajak semua elemen masyarakat untuk merefleksikan kembali makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian upacara dimulai dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih yang dilakukan dengan penuh kehormatan. Wakil Gubernur menyerahkan bendera secara simbolis kepada pasukan pengibar. Setelah itu, Ketua DPRD Sultra membacakan teks Pancasila, diikuti pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh perwakilan ASN.
Dalam amanatnya, Wagub Hugua menyampaikan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Pidato tersebut menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya simbol atau warisan sejarah, melainkan roh bangsa Indonesia ajar Minggu (1/6/2025)

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif, tetapi merupakan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ucap Wagub membacakan petikan pidato BPIP.
Peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini tak hanya menjadi agenda seremonial semata, namun juga penegasan bahwa ideologi Pancasila adalah pondasi kuat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, dari disinformasi hingga polarisasi sosial. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, nilai-nilai Pancasila diharapkan tetap menjadi kompas moral bangsa.

Dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan persatuan yang ditunjukkan dalam upacara ini, Sulawesi Tenggara menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan merawat ideologi Pancasila demi masa depan Indonesia yang lebih gemilang( Red)




