KENDARI, Kongkritpost.com- Di tengah kehijauan Kebun Raya Kendari, tempat yang tak hanya menyejukkan raga tapi juga hati, Pemerintah Kota Kendari resmi menutup kegiatan retret tahunannya pada Ahad (3/8/2025) sore. Retret yang berlangsung selama tiga hari ini bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan ruang perenungan diri, penguatan niat, dan penyadaran kembali atas amanah pengabdian.

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, memimpin apel penutupan dengan penuh keteduhan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa esensi dari retret bukan terletak pada kemeriahan acara, tetapi pada keheningan batin yang memunculkan cahaya baru dalam pengabdian.
“Retret bukan hanya tempat kita rehat, tapi tempat kita kembali ke niat. Ilmu yang kita dapatkan semoga menjadi bagian dari amal harian, bukan sekadar menjadi hafalan di kepala,” ucap Siska penuh harap.

Para peserta terdiri atas kepala OPD, camat, staf ahli, dan asisten daerah. Mereka mengikuti berbagai sesi pemahaman spiritualitas dalam birokrasi, manajemen etika pelayanan, hingga kepemimpinan berbasis akhlak. Kegiatan ini juga mengajak peserta mengenal kembali pentingnya rasa syukur, sabar, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas.
Wali Kota memberikan apresiasi kepada Kepala BPK Perwakilan Sultra yang turut membersamai sejak hari pertama, sebagai simbol sinergi antar lembaga untuk membangun pemerintahan yang transparan dan bermartabat.
“Terima kasih kepada seluruh panitia, pemateri, dan peserta. Kita hadir bukan sebagai atasan dan bawahan, tapi sebagai sesama pelayan. Mari jaga semangat ini dalam tugas dan juga dalam rumah tangga kita,” tambahnya.

Sebagai Ketua APEKSI Korwil VI, Siska menegaskan birokrasi hari ini tak cukup hanya dengan kecakapan teknis. Lebih dari itu, dibutuhkan kelembutan hati dan kebeningan niat agar setiap kebijakan yang diambil tak hanya legal tapi juga bermoral.
Retret menjadi ruang pembasuhan hati, tempat menghapus lelah dan membangun kembali kekuatan rohani. Di tengah kesibukan dunia birokrasi yang kadang menggerus makna, kegiatan ini menjadi oase yang menyiram jiwa dan menegakkan kembali kompas nurani.
“Insya Allah, bila ilmu dipadukan dengan iman, maka pekerjaan bukan sekadar target, tapi ladang amal. Mari pulang dengan cahaya di dada dan semangat dalam langkah,” tutup Wali Kota.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Pemkot Kendari menegaskan komitmen melahirkan aparatur yang tidak hanya bekerja dengan tangan, tapi juga dengan hati—untuk masyarakat yang lebih terlayani, dan pemerintahan yang lebih berkah( Red)





