KENDARI, Kongkritpost.com- Di tengah kondisi el nino yang dampaknya begitu terasa bagi para petani di Sultra, namun dalam rentan waktu Tahun 2023, sektor pertanian telah menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, dimana angka-angka positif pada beberapa subsektor sektor pertanian.

Dalam kurun waktu sampai Desember 2023, dan September hingga Desember 2023, di bawah kepemimpinan Pj Gubernur Sultra, Komjen Pol (P) Dr (HC) Andap Budi Revianto, pencapaian pencapaian produktivitas pada tanaman pangan yakni padi dan jagung cukup menanjak.

Hal ini sesuai data sensus pertanian bahwa produktivitas padi mencapai 41,55 Kw/ha, dimana jika dibandingkan tahun- tahun sebelumnya produktivitas padi mengalami peningkatan sebesar 2,6 %.

Sementara pada sisi jumlah tenaga kerja pertanian juga mengalami peningkatan dimana berdasarkan data sensus pertanian tahun 2023 penyerapan tenaga kerja pertanian sebesar 31,92% dan lapangan usaha pertanian masih mendominasi pekerja di Sulawesi Tenggara.

Langkah ini dapat di wujudkan salah satunya disebabkan oleh atensi dan penekanan khusus dari bapak Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara untuk sektor pertanian antara lain:

1. Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, diwajibkan untuk turun langsung ke lapangan, hadir di tengah petani, melihat kondisi dan kesulitan petani di wilayah 17 kabupaten/kota se-Sultra, kemudian mencari solusi dari permasalahan petani tersebut.

2. Pada Bidang Prasarana dan Prasarana, langkah-langkah yang digenjot antara lain:
a. Perbaikan infrastruktur prasarana pertanian yang tersebar di 17 Kab./Kota berupa:

-pembangunan/peningkatan jalan usaha tani di Konawe Selatan, di Muna, di Kolaka, di Muna Barat, Bombana, Buton, Buton Selatan, Buton Utara, Kolaka Timur, dan di Baubau.

-Pembangunan sumur bor di Kolaka timur, di Muna, Bombana

-Pembangunan jaringan irigasi pada beberapa sentra produksi tanaman pangan di Sulawesi Tenggara; yakni di Konawe Selatan, Baubau Konawe, dan Kolaka

b. Bantuan pupuk organik bagi para petani untuk mendukung keterbatasan pupuk bersubsidi sekaligus menekankan pentingnya penggunaan bahan2 organik dalam produksi pertanian yang berkelanjutan di beberapa lokasi antara lain Kabupaten Konawe Selatan, Buton, Buton selatan, Buton Utara, Muna, Muna Barat, Wakatobi, Bau-bau, Kolaka, Kolaka Timur.

c. Bantuan alsin kepada beberapa kelompok di kabupaten/Kota untuk percepatan tanam dan percepatan panen yakni Wakatobi, Buton, Buton selatan, Bau bau, Muna, Muna barat, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Bombana.

d. Bantuan herbisida dan pestisida di Kab. Muna, Muna Barat dan Konawe Kepulauan untuk para petani sebagai bentuk pencegahan terhadap organisme pengganggunya tanaman;

3. Pada Bidang Penyuluhan, beberapa langkah peningkatan SDM penyuluh dan petani masif dilakukan seperti:
a. sekolah lapang,
b. penilaian kelas kemampuan kelompok tani,
c. SIMURP (Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project)
d. READSI (Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative)
e. Temu Profesi penyuluh
f. Bimtek kelompok tani

4. Pada Bidang Tanaman Pangan, dilakukan langkah-langkah:
a. Rakor Penyusunan Angka Tetap, Aangka Sementara dan Angka Ramalan Produksi Tanaman Pangan kerjasama dengan BPS guna menjaga kesatuan data pertanian
b. Penangkaran benih tanaman pangan
c. Monev El Nino
d. Biofrotifikasi untuk pencegahan stunting
e. Integrated Farming System di Kabupaten Konawe

5. Pada Bidang Peternakan, berbagai kegiatan telah dilaksanakan antara lain:
a. Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
b. Surveilans Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS)

Beberapa kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2023, sebagai bentuk perhatian khusus bapak Pj. Gubernur untuk petani di Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Prov. Sultra, Dr. La Ode Muh. Rusdin Jaya, mengatakan, kehadiran Pj. Gubernur Sultra dengan segala atensi dan arahannya terkait sektor pertanian, khususnya sub sektor tanaman pangan dan peternakan, memberikan angin segar bagi kemajuan pertanian di Sulawesi Tenggara.

“Ini adalah semangat dan harapan baru bagi petani di Sulawesi Tenggara dan stakeholder terkait pertanian untuk terus menggenjot aktifas pertanian di Sulawesi Tenggara untuk mewujudkannya Sulawesi Tenggara Swasembada pangan di masa depan,” kata dia kepada awak media Kamis (28/12/2023). (Red)