KENDARI, Kongkritpost.com- Suasana berbeda tampak sejak pagi ketika Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., tiba di Rusunawa Puday, Selasa (2/12/2025). Didampingi Wakil Wali Kota Sudirman, Sekda Amir Hasan, serta pejabat Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Wali Kota turun langsung memeriksa kondisi tiga rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) milik Pemkot Kendari. Hasilnya: banyak temuan yang dinilai membutuhkan penanganan cepat.

Setibanya di Rusunawa Puday, Siska langsung disambut pemandangan rumput liar yang menutup sebagian halaman. Jalur pejalan kaki terlihat berlumut, sementara beberapa sudut rusun tampak kusam tidak terawat. Tanpa banyak bicara, Wali Kota langsung naik ke lantai dua dan memeriksa salah satu kamar penghuni untuk memastikan kondisi fasilitas dari dekat.

Dari pantauan langsung, sejumlah bagian dinding mengalami retak rambut, cat mengelupas, dan instalasi air dinilai tidak bekerja optimal. Siska juga sempat menyoroti kebersihan lorong yang terlihat kurang rapi. “Kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama. Kami tentu akan melakukan pembenahan, tetapi penghuni dan pengelola juga harus ikut menjaga agar tempat ini tetap layak ditinggali,” tegasnya saat berdialog dengan penghuni.

Beberapa penghuni yang ditemui Tribun menilai kunjungan ini menjadi harapan baru agar perbaikan segera dilakukan. Salah satu warga, Lia (34), menyebut kondisi rusun memang butuh perhatian. “Kalau hujan deras, air kadang masuk di bagian tangga. Rumput juga cepat tumbuh. Kami senang Wali Kota datang lihat langsung,” ujarnya.

Dari Puday, rombongan bergerak ke Rusunawa Bungkutoko. Lokasinya jauh lebih sepi, dengan penghuni yang jumlahnya lebih sedikit. Namun permasalahan yang ditemukan tidak kalah serius. Pengelola menjelaskan bahwa sejumlah kamar kerap dimasuki air saat hujan karena kanopi ventilasi terlalu pendek. Percikan air menembus celah dan membasahi lantai kamar.

Menanggapi keluhan itu, Wali Kota meminta perbaikan konstruksi segera dijadwalkan. “Saya minta pengelola dan penghuni sama-sama menjaga kebersihan. Kami akan siapkan perbaikan kanopi agar air hujan tidak lagi masuk ke kamar,” ujarnya sambil menunjuk area ventilasi yang menjadi sumber masalah. Dari pemeriksaan lapangan, terlihat beberapa unit memang mengalami bekas rembesan air yang mengering di dinding.

Rusunawa Bungkutoko juga disorot dari aspek kebersihan lingkungan. Sampah dedaunan tampak menumpuk di area belakang gedung, sementara selokan di sisi kiri rusun terlihat mulai tersumbat. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu genangan saat musim hujan tiba. Beberapa warga yang ditemui juga membenarkan hal tersebut.

Perjalanan sidak ditutup di Rusunawa Tobuha, rusun pertama milik Pemkot Kendari yang telah berdiri lebih dari satu dekade. Secara visual, bangunan ini paling tampak menua: dinding kusam, pagar samping berkarat, serta beberapa unit yang tidak lagi layak huni. Meski begitu, tingkat hunian terpantau tinggi karena sebagian besar kamar terisi penuh.

Pengelola Tobuha mengakui keterbatasan anggaran perawatan menjadi kendala utama. “Beberapa bagian memang rusak, tapi anggaran perbaikan sangat terbatas. Ada kamar yang tidak bisa ditempati karena instalasi airnya sudah rusak total,” ungkap seorang petugas di lapangan.

Dari hasil rangkaian kunjungan, Pemkot Kendari mengidentifikasi tiga persoalan utama yang harus diselesaikan: kebersihan lingkungan, kerusakan bangunan, dan minimnya anggaran pemeliharaan. Analisis awal menunjukkan bahwa akumulasi kerusakan terjadi karena rusun sudah lama tidak mendapat renovasi besar sejak dibangun.

Pengamat perkotaan lokal, Muh. Ferry, menilai sidak seperti ini penting untuk memastikan fasilitas publik tidak terbengkalai. “Rusunawa adalah ruang hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Jika tidak dirawat, dampaknya bukan hanya estetika, tapi bisa mengancam kesehatan penghuni,” jelasnya.

Respons masyarakat pada kunjungan ini relatif positif. Banyak warga berharap sidak tersebut bukan sekadar inspeksi, tetapi diikuti perbaikan nyata. “Yang penting setelah ini ada aksi nyata. Kami siap bantu jaga kebersihan asalkan fasilitas diperbaiki,” ujar seorang penghuni Rusunawa Tobuha.

Pemkot Kendari memastikan akan menyusun tindak lanjut berupa perbaikan bertahap, mulai dari pembenahan kanopi di Bungkutoko, penataan lingkungan Puday, hingga perbaikan konstruksi di Tobuha. Anggaran sedang dipetakan agar renovasi prioritas dapat dimulai awal tahun depan. Dengan sidak ini, publik kini menunggu langkah lanjut pemerintah untuk memastikan tiga rusunawa tersebut kembali layak huni dan memenuhi standar kenyamanan warga kota( Red)