KENDARI, Kongkritpost.com-Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Perhubungan akan merehabilitasi tiga pelabuhan penyeberangan pada tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp 30 miliar.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperkuat layanan transportasi bagi masyarakat.
Adapun tiga pelabuhan yang akan direhabilitasi meliputi Pelabuhan Penyeberangan Baubau, Pelabuhan Penyeberangan Amolengo, dan Pelabuhan Penyeberangan Torobulu. Ketiganya dinilai memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah kepulauan.
Program tersebut merupakan komitmen Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, bersama Wakil Gubernur Hugua, untuk menghadirkan infrastruktur transportasi yang lebih baik dan merata di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhamad Rajulan, menegaskan bahwa rehabilitasi pelabuhan penyeberangan merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran sektor transportasi sebagai tulang punggung pembangunan daerah kepulauan.
“Program rehabilitasi ini adalah bentuk komitmen kuat Bapak Gubernur Andi Sumangerukka bersama Hugua untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sulawesi Tenggara. Pelabuhan penyeberangan memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, peningkatan fasilitas pelabuhan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan pelabuhan yang memberikan suasana aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh pengguna jasa. Revitalisasi ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan standar pelayanan transportasi penyeberangan,” tambahnya.
Rehabilitasi yang direncanakan mencakup perbaikan berbagai fasilitas penting, seperti pembangunan dan penataan area darat pelabuhan, ruang tunggu penumpang, akses kendaraan, penataan kawasan pelabuhan, hingga penguatan aspek keselamatan operasional.
Langkah ini sejalan dengan visi dan misi pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2025–2030 yang menitikberatkan pada pemerataan pembangunan, penguatan konektivitas wilayah kepulauan, serta peningkatan kualitas layanan publik berbasis infrastruktur yang andal.
Secara umum, program revitalisasi pelabuhan penyeberangan ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya antara kawasan daratan dan kepulauan, meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi penyeberangan, menciptakan lingkungan pelabuhan yang nyaman dan tertib, serta mendukung kelancaran arus penumpang dan distribusi barang.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menargetkan hingga akhir masa jabatan gubernur, seluruh pelabuhan penyeberangan strategis di wilayah Sultra dapat direvitalisasi secara bertahap. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar pembangunan transportasi yang berkelanjutan dan inklusif di Bumi Anoa.
Melalui program tersebut, Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah( Red)




