KENDARI, Kongkritpost.com-Kinerja sektor pariwisata di Sulawesi Tenggara menunjukkan tren menggembirakan. Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat capaian positif dari pengelolaan destinasi andalan Pulau Bokori selama periode 21–31 Maret 2026. Dalam 11 hari, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 6.176 orang dengan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp52.155.000.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara Ridwan Badallah, menyebut angka tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi unggulan daerah. Menurutnya, lonjakan kunjungan tidak hanya berdampak pada geliat pariwisata, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap penerimaan PAD.

“Jumlah kunjungan ini menjadi indikator bahwa minat wisatawan terhadap Pulau Bokori terus meningkat. Ini tentu berdampak langsung pada penerimaan PAD daerah,” ujar Ridwan Badallah Senin (6/4/2026)

Tak hanya dari jumlah pengunjung, aktivitas pemanfaatan fasilitas wisata juga terbilang tinggi. Tercatat 26 kali penggunaan villa dan 26 kali pemanfaatan gazebo selama periode tersebut. Mobilitas wisatawan juga terlihat dari penggunaan speed boat milik dinas serta ratusan kendaraan yang masuk ke kawasan wisata.

Ridwan Badallah menjelaskan, daya tarik utama Pulau Bokori terletak pada hamparan pasir putih yang bersih, panorama laut yang memukau, serta fasilitas pendukung yang semakin lengkap. Mulai dari dermaga, penginapan, hingga area terbuka menjadi faktor yang membuat wisatawan betah berlama-lama menikmati suasana pulau.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pariwisata pun terus mendorong pengembangan kawasan ini. Potensi wisata bahari seperti snorkeling, diving, hingga wahana rekreasi air dinilai mampu meningkatkan daya saing Pulau Bokori sebagai destinasi unggulan.

“Kami terus berupaya melakukan pembenahan dan pengembangan, baik dari sisi infrastruktur maupun layanan, agar pengalaman wisata di Pulau Bokori semakin berkualitas,” tambahnya.

Ke depan, Dispar Sultra menyiapkan konsep paket wisata terpadu antar pulau serta membuka peluang kerja sama dengan investor.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan, termasuk wisatawan mancanegara.

Dengan potensi yang dimiliki, Pulau Bokori diyakini dapat menjadi motor penggerak sektor pariwisata Sulawesi Tenggara sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah*