KENDARI, Kongkritpost.com- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akhirnya membuka hasil seleksi jabatan Eselon III dan IV secara terang-benderang. Gubernur Andi Sumangerukka turun langsung mengumumkan nama-nama yang lolos dalam forum resmi di Aula Pola Kantor Gubernur, Rabu (8/4/2026).
Pengumuman ini bukan sekadar formalitas. Ini jadi penanda kuat bahwa pola lama yang sarat subjektivitas mulai ditinggalkan. Pemprov Sultra kini mendorong sistem berbasis merit—mengutamakan kompetensi, bukan kedekatan.
“Tidak ada lagi ruang untuk pendekatan nonobjektif. Yang kita pilih adalah mereka yang mampu dan siap bekerja,” tegas Andi Sumangerukka di hadapan awak media.
Skema Baru: Lolos dan Lulus
Dalam momentum tersebut, gubernur juga memperkenalkan pendekatan baru dalam sistem seleksi. Hasil penilaian tidak lagi hitam-putih, melainkan dibagi ke dalam dua kategori: Lolos dan Lulus.
Kategori Lolos diisi oleh peserta yang langsung menempati jabatan. Tercatat 27 pejabat mengisi posisi Eselon III dan 24 lainnya untuk Eselon IV.
Sementara kategori Lulus diberikan kepada peserta yang dinilai kompeten, namun belum mendapatkan posisi. Nama-nama ini tidak hilang begitu saja, melainkan disimpan dalam bank data sebagai cadangan strategis.
“Ini cara kita menyiapkan masa depan. Yang belum dapat posisi hari ini, bukan berarti kalah. Mereka tetap aset,” jelasnya.
Uji Kemampuan, Bukan Sekadar Administrasi
Proses seleksi yang berlangsung selama sepekan disebut berlangsung ketat dan menyeluruh. Peserta tidak hanya diuji administrasi, tetapi juga kemampuan teknis dan visi kerja.
Mereka diminta membedah persoalan di instansi masing-masing, sekaligus menawarkan solusi konkret. Pendekatan ini dinilai penting agar pejabat terpilih tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi.
“Yang kita cari bukan hanya pintar bicara, tapi mampu eksekusi,” kata gubernur.
Pelantikan Tinggal Tunggu Waktu
Untuk tahapan berikutnya, pelantikan disebut tinggal menunggu penyelesaian administrasi berupa Pertimbangan Teknis (Pertek). Jika semua rampung, pelantikan diperkirakan digelar dalam waktu dekat.
“Tidak akan lama. Begitu Pertek selesai, langsung kita lantik,” ujarnya singkat.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi baru dalam membangun birokrasi yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik di Sulawesi Tenggara*




