KENDARI, Kongkritpost.com-Ratusan alumni Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Halu Oleo berkumpul dalam suasana hangat Halal Bi Halal, Minggu (19 April 2026).

Pertemuan yang digelar Ikatan Alumni Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UHO (IKABIDING) itu bukan sekadar agenda silaturahim pasca-Lebaran. Di balik suasana akrab, tersimpan agenda lebih besar: membangun kekuatan alumni lintas generasi dan profesi.

Mengusung tema Melalui Halal Bi Halal Kita Bangun Kolaborasi Lintas Generasi dan Profesi, acara ini menjadi ruang temu antara alumni berbagai angkatan yang kini tersebar di banyak sektor.

Mulai dari dunia pendidikan, birokrasi, usaha, hingga profesi profesional lainnya.

Ketua Umum IKABIDING, Asrun Lio, menegaskan bahwa organisasi alumni tak boleh berhenti sebagai forum nostalgia.

Menurutnya, IKABIDING harus tumbuh menjadi wadah mandiri yang mampu memberi manfaat nyata bagi anggotanya maupun almamater.

“Organisasi ini harus menjadi rumah yang mandiri. Dengan kekayaan profesi alumni saat ini, kolaborasi lintas generasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan satu hal: jaringan alumni adalah modal sosial yang sering kali belum dimaksimalkan.

Dalam banyak kampus, alumni hanya aktif saat reuni. Namun di UHO, arah itu mulai diubah menjadi kekuatan kolaboratif.

Pihak kampus pun memberi dukungan. Dekan FKIP UHO yang diwakili Wakil Dekan I, Islan Sentrio, mengapresiasi inisiatif tersebut.

Ia menilai kualitas sebuah program studi juga tercermin dari kuatnya hubungan antaralumni dan kemampuan mereka berkontribusi di tengah masyarakat.

Sepanjang kegiatan, pembicaraan tak hanya soal kenangan masa kuliah. Banyak alumni membahas peluang kerja sama profesional, mentoring generasi muda, hingga kontribusi sosial untuk kampus dan daerah.

Keberagaman profesi peserta menjadi bukti bahwa lulusan Pendidikan Bahasa Inggris UHO telah menembus banyak lini.

Bagi IKABIDING, momentum ini penting untuk menegaskan bahwa alumni bukan sekadar daftar nama lulusan.

Mereka adalah jejaring kekuatan yang, jika disatukan, bisa menjadi motor penggerak kemajuan kampus dan masyarakat*