KENDARI, Kongkritpost.com- Kehadiran Wakil Wali Kota Sudirman dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis (23/4/2026), menjadi penanda penting bahwa momentum Hari Ulang Tahun ke-62 Sulawesi Tenggara tidak hanya dirayakan, tetapi juga dimaknai sebagai ruang memperkuat sinergi antar daerah.

Forum tersebut turut dihadiri Gubernur Andi Sumangerukka, para kepala daerah se-Sultra, serta unsur Forkopimda. Rapat paripurna ini menjadi panggung konsolidasi arah pembangunan di tengah tantangan yang kian kompleks.

Dalam sambutannya, gubernur menegaskan bahwa peringatan HUT bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum reflektif untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus merumuskan langkah ke depan. Tema “Produktif untuk Sultra Sejahtera” disebut sebagai arah strategis yang menuntut kerja nyata, bukan sekadar retorika.

Produktivitas yang dimaksud, menurutnya, mencakup pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, pengelolaan sumber daya yang bernilai tambah, serta tata kelola pemerintahan yang profesional dan responsif. Ini menjadi fondasi dalam menghadapi dinamika pembangunan daerah ke depan.

Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan iklim investasi dan UMKM menjadi fokus utama. Pemerintah juga mendorong transformasi ekonomi dari ketergantungan pada komoditas mentah menuju sektor bernilai tambah dan berbasis inovasi.

Sementara itu, Ketua DPRD La Ode Tariala menegaskan bahwa rapat paripurna ini merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian dari peringatan hari jadi provinsi. Ia juga menyampaikan bahwa forum telah memenuhi kuorum dengan kehadiran mayoritas anggota dewan.

Kehadiran Wakil Wali Kota Kendari dalam forum tersebut menjadi simbol dukungan pemerintah kota terhadap agenda pembangunan provinsi. Di tengah kebutuhan akan koordinasi lintas wilayah, sinergi antara pemerintah kota dan provinsi menjadi faktor kunci dalam memastikan kebijakan berjalan efektif.

Momentum ini memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat, komunikasi yang terbuka, serta komitmen bersama untuk mewujudkan Sulawesi Tenggara yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing*