JAKARTA, Kongkritpost.com– Kabar menggembirakan datang bagi ribuan warga Sulawesi Tenggara yang masih menempati rumah tidak layak huni.
Pemerintah pusat memutuskan meningkatkan secara signifikan alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk Sulawesi Tenggara pada 2026. Jika tahun sebelumnya hanya menjangkau sekitar tiga ribu rumah, tahun ini jumlahnya melonjak hingga 10.000 unit.
Kepastian itu mengemuka setelah Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, melakukan pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, di Jakarta.
Lonjakan tersebut terbilang cukup mencolok. Pada 2025, program BSPS di Sultra hanya menyentuh 3.077 unit rumah. Sementara untuk 2026, pemerintah pusat awalnya mengalokasikan 9.350 unit.
Namun setelah pertemuan antara gubernur dan Menteri PKP, jumlah itu kembali bertambah 650 unit sehingga total bantuan yang dialokasikan untuk Sultra mencapai 10.000 unit rumah.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut peningkatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat pengentasan rumah tidak layak huni di berbagai daerah.
Menurutnya, program bedah rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kalau tahun lalu sekitar tiga ribuan unit, sekarang menjadi 10.000 unit. Ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat yang masih membutuhkan rumah layak huni,” ujarnya.
Yang menarik, program tahun ini tidak hanya fokus pada renovasi rumah. Pemerintah juga menyiapkan skema pemberdayaan ekonomi bagi para penerima manfaat.
Melalui sinergi dengan program permodalan seperti PNM Mekaar dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), penerima bantuan diharapkan tidak hanya memiliki rumah yang lebih layak, tetapi juga memperoleh peluang meningkatkan pendapatan keluarga.
Gubernur Andi Sumangerukka menyambut positif tambahan kuota tersebut. Menurutnya, kebutuhan rumah layak huni masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.
Karena itu, peningkatan alokasi hingga 10.000 unit dinilai sebagai langkah besar yang akan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Kami siap mengawal pelaksanaan program ini agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata Andi Sumangerukka Selasa (2/6/2026)
Dengan kuota mencapai 10.000 unit, Sulawesi Tenggara menjadi salah satu daerah yang memperoleh porsi besar dalam program bedah rumah nasional tahun 2026.
Jika terealisasi sesuai target, ribuan keluarga di Bumi Anoa berpeluang menikmati rumah yang lebih aman, sehat, dan layak huni, sekaligus mendapatkan akses pemberdayaan ekonomi untuk memperkuat kesejahteraan keluarga mereka*







