KENDARI, Kongkritpost.com- Peletakan batu pertama Gedung Olahraga (GOR) di Universitas Muhammadiyah Kendari bukan sekadar seremoni pembangunan. Ada pesan keras yang disampaikan.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan kampus tidak boleh hanya mencetak lulusan, tetapi harus melahirkan pemimpin berkarakter.

“Bukan hanya orang terdidik, tapi calon pemimpin masa depan,” tegasnya saat groundbreaking, Rabu (1/4/2026).

GOR yang dibangun ini diproyeksikan menjadi penunjang aktivitas mahasiswa sekaligus bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia di Sultra.

Menariknya, pembangunan fasilitas tersebut didukung langsung oleh gubernur sebagai bentuk komitmen terhadap dunia pendidikan.

Namun, Andi Sumangerukka mengingatkan, pembangunan tidak boleh berhenti pada simbol. Ia menolak proyek yang hanya terlihat besar, tapi minim dampak.

Fokusnya jelas: manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menekankan, pengelolaan anggaran harus tepat sasaran dan ditangani oleh pihak yang berkapasitas. Tanpa itu, upaya mengentaskan kemiskinan hanya akan jadi wacana.

“Kalau anggaran tidak tepat sasaran, kita tidak akan bisa selesaikan masalah kemiskinan dan SDM,” ujarnya.

Dua isu itu—kemiskinan dan kualitas SDM—disebut sebagai prioritas utama.

Karena itu, ia mengajak semua pihak memperkuat fondasi pembangunan. Baginya, kekuatan masa depan daerah ditentukan dari pondasi yang dibangun hari ini.

“Kalau pondasinya lemah, akan roboh. Tapi kalau kuat, akan terus berkembang,” kuncinya.

Selain peletakan batu pertama, gubernur juga meninjau fasilitas pendidikan lainnya untuk memastikan kesiapan sarana penunjang.

Pesannya tegas: pembangunan harus berdampak, pendidikan harus melahirkan karakter, dan masa depan daerah tidak boleh dibangun setengah-setengah*