KENDARI, Kongkritpost.com- Rintik hujan yang membasahi halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara tak menyurutkan semangat ratusan aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti apel gabungan lingkup Pemerintah Provinsi Sultra, Senin (20/5) pagi. Meski cuaca mendung, semangat kebangsaan justru semakin menyala ketika Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, M.Ling, berdiri di hadapan peserta apel dan menyampaikan pidato inspiratif dari lobi kantor gubernur.

Apel yang dihadiri para Staf Ahli Gubernur, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran ASN tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap 20 Mei. Dalam arahannya, Wagub Hugua mengajak seluruh peserta untuk tidak sekadar memperingati, tetapi juga merenungi makna mendalam di balik peristiwa sejarah tersebut.
“Kebangkitan nasional dimulai dari lahirnya Budi Utomo pada 1908. Ini bukan hanya catatan sejarah, tapi panggilan bagi kita semua untuk kembali memahami semangat perjuangan para pendahulu bangsa,” tegas Hugua

Lebih dari sekadar mengenang sejarah, Wagub Hugua menekankan pentingnya kecerdasan emosional dalam menjalankan birokrasi dan kehidupan sosial. Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak ditentukan semata oleh gelar atau kemampuan teknis, tetapi oleh kemampuan membangun hubungan, empati, dan tanggung jawab sosial.
“Seorang insinyur, dokter, atau pejabat bisa gagal jika tidak memiliki hubungan emosional yang kuat dengan lingkungannya. Kepemimpinan bukan soal pintar saja, tapi soal empati, sejarah, dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para ASN agar tidak menjadi “manusia robot” yang bekerja secara mekanis tanpa jiwa pelayanan. Sejarah, menurutnya, adalah kompas yang memberi arah, dan hati adalah bahan bakar yang menggerakkan pelayanan yang tulus.
Menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Wagub Hugua turut mengumumkan bahwa pemerintah provinsi akan memberikan apresiasi kepada SKPD dengan kinerja terbaik dan paling disiplin. Langkah ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Besok akan kita umumkan SKPD terbaik. Saya harap semuanya terus berbenah. Disiplin adalah kunci utama dalam membangun birokrasi yang kuat,” pungkasnya.
Apel gabungan tersebut tak hanya menjadi ajang formalitas, melainkan menjadi momentum berharga untuk mempererat silaturahmi dan membangun kembali semangat kolektif dalam melayani masyarakat Sulawesi Tenggara( Red)





Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook