KENDARI, Kongkritpost.com- Di tengah proses audit yang masih berjalan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara tetap tancap gas melanjutkan pembangunan Kantor Gubernur baru, sebuah megaproyek yang dirancang bukan hanya sebagai pusat administrasi, tetapi juga sebagai simbol kebangkitan infrastruktur daerah.
Proyek prestisius ini pertama kali digaungkan pada 2018, namun baru terealisasi secara fisik pada 2022. Kini, dengan audit yang tengah dilakukan, sorotan terhadap kelayakan teknis, efisiensi anggaran, hingga dampak lingkungan kian menguat. Meski demikian, Pemprov Sultra tampak percaya diri melanjutkan pengerjaan.
“Ya, kelanjutan pembangunan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara masih dilaksanakan audit oleh Pemerintah,” ujar Martin Effendy Patulak, Kepala Dinas Cipta Karya dan Bina Konstruksi Sultra, Rabu (30/07/2025).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gedung yang akan menjulang setinggi 112 meter ini akan bertumpu pada 860 tiang pancang sedalam 28 meter—suatu desain yang tak main-main, dirancang langsung oleh ahli bangunan dari Kementerian PUPR. Jika rampung, gedung 22 lantai ini diyakini menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Indonesia Timur.
Pendanaan awal sebesar Rp27 miliar telah dialokasikan melalui APBD Perubahan 2022. Total nilai proyek diperkirakan mencapai Rp400 miliar, dengan sistem pembangunan berbasis teknologi hidrolik (injeksi) yang diklaim ramah lingkungan.
Lebih dari Gedung: Simbol Visi Pembangunan
Gedung baru ini tak hanya berfungsi administratif, tapi digadang menjadi landmark kebanggaan, cerminan visi Sultra sebagai provinsi yang siap bersaing dalam transformasi tata kelola dan pelayanan publik berbasis infrastruktur maju.
Dengan audit yang masih berjalan, publik menanti transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi penggunaan dana publik. Namun satu hal jelas—pembangunan terus berlanjut, menandai babak baru dalam narasi pembangunan Sulawesi Tenggara(Red)


