KENDARI, Kongkritpost.com- Kota Kendari mulai masuk mode percepatan. Hitung mundur menuju pelaksanaan UCLG ASPAC 2026 membuat seluruh elemen pemerintahan bergerak cepat menyiapkan wajah terbaik kota.

Senin (27/4/2026), Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM turun langsung meninjau kesiapan dua lokasi penting yang akan menjadi bagian dari agenda internasional tersebut, yakni kawasan Papalimba dan Pantai Nambo.

Dalam kunjungan itu, Siska didampingi Wakil Wali Kota Sudirman, Sekretaris Daerah Amir Hasan, serta jajaran OPD teknis.

Peninjauan ini bukan sekadar seremoni lapangan. Pesannya jelas: waktu makin dekat, pekerjaan tak boleh melambat.

Di dua titik tersebut, Wali Kota mengecek progres pembangunan fisik, penataan kawasan, fasilitas pendukung, akses jalan, hingga kebersihan lingkungan. Sejumlah pekerjaan dilaporkan sudah menunjukkan perkembangan signifikan.

Namun bagi Siska, progres saja belum cukup. Standar kota tuan rumah forum internasional harus lebih tinggi.

“Kita sudah memasuki tahap krusial. Saya minta seluruh perangkat teknis fokus menyelesaikan pekerjaan di lapangan, terutama di titik utama kegiatan karena hari pelaksanaan semakin dekat,” tegasnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Kendari tak ingin hanya menjadi tuan rumah di atas kertas. Kota ini ingin tampil siap, tertata, dan meninggalkan kesan baik di mata delegasi luar negeri.

Persiapan juga tak berhenti pada beton dan bangunan. Pemerintah kota menaruh perhatian pada estetika kawasan, kenyamanan pengunjung, pencahayaan, kebersihan, hingga keramahan ruang publik.

Karena tamu internasional biasanya menilai kota bukan hanya dari gedung rapat, tetapi dari detail kecil yang mereka lihat sepanjang jalan.

Sebagaimana diketahui, Kendari resmi ditunjuk menjadi tuan rumah UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026, forum yang akan mempertemukan para kepala daerah dan perwakilan pemerintah dari berbagai negara Asia Pasifik.

Bagi Kendari, ini bukan sekadar agenda seremoni. Ini panggung diplomasi kota.

Momentum untuk memperkenalkan potensi daerah, membuka jejaring investasi, dan membuktikan bahwa kota di timur Indonesia pun siap berbicara di level internasional.

Kini pesan Pemkot Kendari sederhana: saat dunia datang, kota ini harus sudah siap menyambut*