KENDARI, Kongkritpost.com- Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, turun langsung meninjau kawasan persawahan yang terendam banjir di Dusun Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (12/5/2026).
Kunjungan mendadak itu dilakukan setelah pemerintah menerima laporan terkait rusaknya lahan pertanian warga akibat buruknya sistem drainase dan meluapnya aliran air di kawasan persawahan produktif tersebut.
Di tengah hamparan sawah yang masih tergenang, Amran terlihat serius berdialog dengan petani dan jajaran teknis di lapangan. Ia menilai persoalan banjir yang terus berulang tidak boleh lagi ditangani dengan pola kerja lamban dan birokrasi berbelit.
Karena itu, Mentan langsung memberi instruksi tegas kepada Balai Wilayah Sungai IV Kendari untuk bergerak cepat menyelesaikan persoalan infrastruktur pengairan di wilayah Amohalo.
Target yang diberikan pun tak main-main. Hanya tujuh hari.
Fokus pekerjaan yang diminta segera dituntaskan meliputi, Perbaikan drainase utama” Normalisasi saluran air” Optimalisasi jalur pembuangan air
Penanganan titik penyebab genangan di area persawahan warga
Amran menegaskan langkah cepat tersebut penting dilakukan agar air segera surut dan aktivitas pertanian masyarakat bisa kembali berjalan normal.
Suasana peninjauan mendadak berubah tegang saat Amran melontarkan ultimatum keras kepada jajaran BWS IV Kendari.
“Jabatan taruhannya. Masalah ini harus selesai dalam waktu tujuh hari,” tegas Amran di hadapan pejabat daerah dan kelompok tani.
Pernyataan itu langsung menjadi perhatian warga yang hadir di lokasi. Banyak petani berharap ultimatum tersebut benar-benar menjadi titik balik penanganan banjir yang selama ini menghantui lahan pertanian mereka.
Menurut Amran, sektor pangan tidak boleh dibiarkan lumpuh akibat lemahnya respons infrastruktur. Ia menilai kawasan Amohalo memiliki potensi pertanian besar yang harus diselamatkan demi menjaga ketahanan pangan daerah.
Para petani pun menyambut positif kedatangan Menteri Pertanian ke lokasi. Selama ini mereka mengaku sering mengeluhkan buruknya sistem aliran air yang menyebabkan sawah mudah terendam ketika curah hujan meningkat.
Kini, publik menanti langkah nyata Balai Wilayah Sungai IV Kendari dalam membuktikan kesiapan menyelesaikan persoalan banjir sesuai tenggat waktu yang diberikan langsung oleh Menteri Pertanian RI*






