KENDARI, Kongkritpost.com- Lilu, seekor anjing betina German Shepherd berusia 7 tahun, telah menjadi salah satu andalan Polri dalam membongkar berbagai kasus kejahatan narkoba. Bersama pawangnya, Bripka Hari Yunianto, Lilu kerap terlibat dalam operasi perburuan narkoba besar. Jejak rekamnya mencakup pengungkapan sabu seberat 195 kg di Cikarang pada 2020 hingga membongkar jaringan sabu seberat 80 kg dan 1.006 butir ekstasi di Pelabuhan Bakauheni pada 2024.

“Lilu adalah K9 dengan kualifikasi pelacak narkotika yang lahir 5 Mei 2017,” ungkap Brigjen Ahmad Subarkah, Direktur Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri, dalam keterangannya, Rabu (6/11/2024).

Namun, Lilu bukan satu-satunya pahlawan berbulu di jajaran Polri. Ada juga Wibawa, anjing jantan Malinois berusia 9 tahun, yang berspesialisasi dalam pelacakan umum. Wibawa pernah terlibat dalam penyelidikan besar terkait perburuan cula Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon. Berkat kemampuan hidungnya yang tajam, Wibawa membantu tim menemukan senjata api ilegal dan akhirnya menangkap buronan bernama Atang (29) pada Mei 2024.

“Dia ikut melacak barang bukti dan berkontribusi dalam penangkapan pelaku. Kita bahkan menemukan beberapa senjata api yang disembunyikan di saung warga,” tambah Subarkah.

Selain Wibawa, K9 lain bernama Roby, German Shepherd berpengalaman, pernah bergabung dalam pelacakan di Ujung Kulon. “Roby kualifikasinya sama dengan Wibawa,” ujar Subarkah.

Untuk tugas yang lebih berbahaya, ada Arco, Malinois jantan berusia 7 tahun, ahli pelacak bahan peledak. Arco telah menjalankan tugas pengamanan penting seperti Pilpres 2018/2019, Asian Games 2018, hingga KTT G20 di Bali. “Arco sudah terlibat di berbagai operasi besar, termasuk sterilisasi lokasi kenegaraan seperti Istana Bogor dan acara internasional di Sirkuit Mandalika,” jelas Subarkah.

Terakhir, ada Lupita, Labrador betina berusia 9 tahun yang berspesialisasi dalam misi search and rescue (SAR). Lupita, bersama pawangnya Aipda Hamid, telah menyelamatkan korban bencana di dalam dan luar negeri. “Dia dikerahkan saat gempa di Lombok pada 2018, pencarian korban gedung runtuh di Jakarta Barat 2019, hingga erupsi Gunung Semeru baru-baru ini,” kata Subarkah.

Bagi Polri, K9 bukan sekadar anjing pelacak, melainkan mitra sejati dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Dengan penciuman tajam dan dedikasi tinggi, mereka tak kenal lelah melindungi dan melayani masyarakat, menjadikan mereka para pahlawan berbulu yang luar biasa( Red)