KENDARI, Kongkritpost.com- Langkah nyata dalam melestarikan kearifan lokal diperlihatkan oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) 84 Kendari melalui kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Berlangsung di lingkungan sekolah, kegiatan ini menampilkan aneka makanan khas dari berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang mencakup daratan hingga kepulauan.
Puput Harianti, S.Sos., M.Ap., salah satu orang tua siswa, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya sekolah dalam mengenalkan ragam budaya lokal sejak usia dini. “Makanan khas yang ditampilkan hampir mewakili seluruh kabupaten/kota di Sultra. Ini adalah wujud nyata kekayaan budaya kita yang harus dijaga, dikembangkan, bahkan dilindungi agar tidak tergerus atau diakui bangsa lain,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya mengenalkan kearifan lokal, khususnya makanan khas, kepada generasi muda. “Anak-anak usia dini adalah penerus bangsa. Dengan mengenal dan mencintai budaya lokal, mereka dapat menjadi benteng pelestarian budaya di masa depan,” tambahnya.
Lebih dari sekadar mengenalkan budaya, kegiatan P5 ini juga mempererat hubungan antar siswa, orang tua, dan guru. “Kerjasama antar warga sekolah sangat diperlukan dalam penyajian makanan khas ini. Hal ini mempererat keakraban, baik sesama siswa, orang tua, maupun dengan guru,” kata Puput.
Setiap kelas menampilkan makanan khas dari berbagai daerah di Sultra. Misalnya, kelas 1D menyuguhkan kuliner khas Kabupaten Muna Barat, seperti kambose, kasuami, ikan kapinda, teri kering, sayur katembe, sayur konduru santan, hingga cucur. Sementara itu, kelas 2D memperkenalkan Heloa Sera dari Kabupaten Wakatobi, olahan ayam kampung yang menggugah selera.
Puput juga mengajak pihak terkait untuk mendorong pengakuan hak kekayaan intelektual (HAKI) atas makanan khas Sultra. “Sebagai warga negara, saya berharap makanan khas lokal ini dihargai di negeri sendiri. Penting bagi pemerintah dan pihak berkompeten untuk mengupayakan perlindungan hukum agar budaya kita tetap menjadi milik bangsa,” tuturnya.
Dengan kegiatan seperti ini, SDN 84 Kendari telah membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga soal menanamkan nilai-nilai budaya dan identitas bangsa sejak dini. Kegiatan P5 ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus merawat dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal.
Melalui langkah kecil namun berarti ini, generasi muda Sultra diajak mengenal, mencintai, dan menjaga kekayaan budayanya. Dengan begitu, identitas budaya tidak hanya tetap hidup, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya( Red)





