KENDARI, Kongkritpost.com- Kehadiran Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara yang baru, Abd Qohar AF, mendapat sorotan sekaligus harapan besar dari publik. Salah satu yang menyuarakan ekspektasi tersebut adalah Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Sultra, yang mendorong komitmen tegas dalam pemberantasan korupsi, khususnya di sektor pendidikan.
Ketua Umum AP2 Sultra, Fardin Nage, menyambut hangat penunjukan Abd Qohar sebagai Kajati Sultra. Ia menilai pergantian pucuk pimpinan ini harus menjadi momentum mempercepat penyelesaian sejumlah perkara, terutama yang menyangkut praktik pungutan liar (pungli) dan dugaan korupsi yang marak terjadi di lingkungan sekolah
“Kami berharap Kajati baru mampu membawa semangat baru dalam pemberantasan korupsi di Sultra. Dugaan pungli di dunia pendidikan sudah menjadi isu serius dan mencederai masa depan generasi kita,” ujar Fardin, Jumat (18/7/2025).
Menurut Fardin, masih banyak pekerjaan rumah yang belum tuntas di era kepemimpinan sebelumnya. Kasus-kasus lama yang belum mencapai kejelasan hukum harus segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan preseden buruk terhadap penegakan hukum di daerah ini.
“Kami mendukung penuh langkah-langkah hukum yang tegas dan transparan. AP2 siap menjadi mitra kritis, mengawal agenda pemberantasan korupsi demi terciptanya dunia pendidikan yang bersih dan berintegritas,” tambahnya.
Sektor pendidikan, lanjut Fardin, seharusnya menjadi ruang pembentukan karakter dan integritas, bukan ladang eksploitasi anggaran dan kekuasaan. Oleh karena itu, AP2 mendesak agar Kajati yang baru menjadikan dugaan pungli di sekolah-sekolah sebagai prioritas investigasi.
Kehadiran Abd Qohar AF diharapkan tak sekadar seremonial rotasi jabatan, tetapi menjadi titik balik untuk mengembalikan marwah hukum di Bumi Anoa. Publik menunggu aksi, bukan sekadar janji( Usman)


