KENDARI, Kongkritpost.com-Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, resmi melepas 37 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 1447 H/2026 M. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra pada Kamis (30/4/2026).

Para petugas yang diberangkatkan merupakan figur pilihan yang telah lolos seleksi ketat. Mereka akan mengemban amanah dalam berbagai fungsi pelayanan untuk memastikan jemaah haji asal Sultra mendapatkan pendampingan terbaik.

Sebanyak 37 petugas yang dikukuhkan terdiri dari tenaga ahli di bidangnya masing-masing, dengan rincian sebagai berikut:

Fungsi Pelayanan  Jumlah Personel, Ketua Kloter 5 Orang , Pembimbing Ibadah 6 Orang, Petugas Haji Daerah (PHD)  10 Orang, Petugas KBIHU 4 Orang Tenaga Kesehatan 12 Orang

Seluruh petugas berada dalam rentang usia produktif (35–60 tahun) dan telah dinyatakan dalam kondisi fisik prima. Hal ini menjadi syarat mutlak mengingat beban kerja di lapangan yang menuntut stamina tinggi.

Ada yang berbeda pada penyelenggaraan haji tahun ini. Pemerintah Provinsi Sultra menerapkan strategi pendekatan etnis dan budaya dalam penempatan petugas di setiap kloter. Langkah inovatif ini diambil untuk menjembatani keberagaman latar belakang jemaah asal Bumi Syekh Yusuf.

Langkah ini diharapkan mempermudah komunikasi dan koordinasi antara petugas dan jemaah. Kendala bahasa atau hambatan adaptasi budaya selama di Tanah Suci diharapkan dapat diminimalisir melalui kedekatan emosional ini,” tulis keterangan resmi Pemprov Sultra.

Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka menekankan bahwa mengelola perjalanan haji adalah tugas besar yang memerlukan manajemen profesional dan terintegrasi. Tantangan nyata seperti jumlah jemaah yang masif serta penanganan khusus bagi lansia dan disabilitas menuntut kesiapan mental yang baja.

“Membantu jemaah adalah bagian dari ibadah. Di sela-sela menjalankan tugas, petugas juga tetap dapat menjalankan ibadahnya sendiri. Saya berharap seluruh PPIH bekerja dengan penuh tanggung jawab agar haji tahun ini lancar, aman, dan sukses,” tegas Gubernur.

Pelepasan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengawal kenyamanan ibadah masyarakatnya. Melalui sinergi antara tenaga kesehatan, pembimbing, dan koordinator kloter, diharapkan jemaah haji Sultra dapat meraih predikat haji mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat*