KENDARI Kongkritpost.com-Kendari, Jumat malam (24/4/2026), seperti menolak tidur. Ribuan warga tumpah ruah, lampu panggung menyala terang, musik berdentum, dan satu nama jadi magnet utama: Vicky Shu.
Perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara resmi dibuka dengan kemasan yang jauh dari kesan seremoni kaku. Tahun ini, Sultra memilih merayakan usia dengan tiga bahasa sekaligus: budaya, ekonomi, dan hiburan. Hasilnya, Kendari berubah menjadi kota festival.
Sejak pagi, denyut acara sudah terasa di Lippo Plaza Kendari melalui Festival Ekonomi Syariah. Bukan sekadar lomba dan stan pameran, agenda ini menjadi etalase bagaimana ekonomi daerah mulai diarahkan ke sektor inklusif dan berbasis nilai. Talkshow ekonomi syariah pun digelar, membahas peluang penguatan UMKM hingga akses keuangan masyarakat.
Pesan yang ingin dibangun jelas: ulang tahun daerah tak cukup hanya potong tumpeng dan panggung musik. Harus ada isi, harus ada arah.
Menjelang sore, pusat keramaian bergeser ke kawasan Eks-MTQ Kendari. Jalanan dipenuhi iring-iringan pawai budaya dari 17 kabupaten/kota se-Sultra. Masing-masing datang membawa identitas: busana adat, tarian daerah, simbol lokal, dan kebanggaan wilayahnya. Sultra seperti sedang bercermin dan melihat dirinya dalam bentuk paling lengkap.
Tak lama berselang, komunitas motor lokal ikut menyita perhatian. Deru mesin dan atraksi barisan kendaraan memberi warna baru dalam perayaan. Tradisi dan gaya hidup modern berdampingan di satu panggung. Itu gambaran Sultra hari ini: menjaga akar, tapi tak alergi perubahan.
Namun momen paling emosional hadir saat lulo massal digelar pukul 16.30 WITA. Ribuan orang bergandengan tangan membentuk lingkaran besar. Dalam tarian itu, pejabat dan rakyat, tua dan muda, kota dan desa, semua melebur tanpa sekat.
“Pantauan wartawan di eks MTQ” malam hari, acara inti bertajuk Harmoni Sultra resmi dibuka. Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, hadir memberi sambutan sekaligus meresmikan sejumlah program strategis, mulai Kalender Event Sultra, pertunjukan tari kolosal, hingga Zona Khas Halal yang diarahkan memperkuat ekosistem UMKM lokal.
Ini penting dibaca. Pemerintah tampaknya ingin menjadikan pesta ulang tahun bukan sekadar hiburan semalam, tetapi panggung promosi ekonomi dan pariwisata jangka panjang. Jika konsisten, HUT daerah bisa menjadi mesin perputaran uang, bukan hanya beban anggaran.
Lalu datanglah penutup yang paling ditunggu. Vicky Shu naik ke panggung utama. Sorak warga pecah. Deretan lagu hits mengalun, kamera ponsel terangkat, dan Kendari seolah berubah menjadi arena konser nasional. Kehadirannya sukses memberi sentuhan glamor pada malam perayaan.
Di sekitar lokasi, stan UMKM ikut kebanjiran pengunjung. Makanan lokal, produk kreatif, kerajinan daerah, semua ikut menikmati efek keramaian. Inilah wajah festival yang sehat: panggung artis ramai, pedagang pun tersenyum.
HUT Sultra ke-62 akhirnya memberi pesan penting. Daerah tak harus memilih antara budaya atau modernitas, antara hiburan atau ekonomi. Semuanya bisa berjalan bersama jika dikemas dengan visi.
Dan malam itu di Kendari, Sultra menunjukkan bahwa ulang tahun provinsi sultra bisa kemajuan daerah*




