KENDARI, Kongkritpost.com-Di tengah perayaan ulang tahun daerah, Provinsi sulawesi Tenggara yang Ke-62 Tahun ada satu pesan yang lebih sunyi tapi sangat penting pekerjaan.
Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara, pemerintah provinsi membuka Job Fair Sultra 2026 sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-62 Sulawesi Tenggara.
Bukan sekadar pameran lowongan kerja. Ini semacam pasar besar tenaga kerja—tempat harapan, kompetensi, dan kebutuhan industri bertemu dalam satu ruang.
Sebanyak 44 perusahaan ikut ambil bagian. Angka ini bukan kecil untuk ukuran daerah. Apalagi di tengah situasi ekonomi yang masih mencari ritme pemulihan dan penyerapan tenaga kerja yang belum merata.
Kepala Disnakertrans Sultra, L.M. Ali Haswandy, menyebut ini sebagai langkah strategis. Bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi instrumen untuk menekan pengangguran ujar (24/4/2026)
Pemerintah provinsi, di bawah arahan Gubernur Andi Sumangerukka, mendorong agar kesempatan kerja dibuka seluas-luasnya. Termasuk peluang penempatan hingga luar negeri.
Di sinilah menariknya: bursa kerja kini tidak lagi dibatasi ruang geografis. Lulusan lokal tidak hanya bersaing di Kendari, tapi juga di pasar kerja nasional bahkan global.
Namun di balik angka 44 perusahaan, ada pertanyaan yang lebih dalam: seberapa siap tenaga kerja lokal bersaing?
Job fair seperti ini sering menjadi panggung besar. Tapi panggung hanya berguna jika ada aktor yang siap tampil. Kompetensi, sertifikasi, dan pengalaman menjadi kata kunci yang tidak bisa diabaikan.
Pemerintah berharap momentum HUT ini tidak berhenti pada selebrasi. Ada efek lanjutan: penurunan pengangguran, peningkatan daya saing, dan terbentuknya ekosistem kerja yang lebih sehat.
Dalam logika sederhana, job fair adalah jembatan. Di satu sisi ada pencari kerja, di sisi lain ada industri. Di tengahnya: kesiapan.
Dan seperti biasa, jembatan hanya akan berarti jika kedua sisi mau benar-benar menyeberang*




