KOLAKA, Kongkritpost.com- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menegaskan arah baru pembangunan daerah dengan mengedepankan pendekatan “bottom-up” dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Sultra yang digelar di Kabupaten Kolaka, Senin, 4 Mei 2026.

Dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan gala dinner tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa pola pembangunan ke depan tidak lagi didominasi pendekatan top-down. Pemerintah Provinsi Sultra menargetkan sekitar 70 persen perencanaan pembangunan berasal dari aspirasi masyarakat di tingkat bawah, sementara porsi kebijakan dari atas ditekan menjadi 30 persen.

“Selama ini perencanaan cenderung top-down. Ke depan, kita dorong lebih banyak dari bawah agar lebih tepat sasaran,” ujar Andi Sumangerukka di hadapan para kepala daerah dan pemangku kepentingan.

Ia juga menyoroti peran media sosial sebagai kanal penting dalam menyerap aspirasi publik. Menurutnya, suara masyarakat kini lebih cepat sampai ke pemerintah melalui platform digital dan harus disikapi sebagai bahan evaluasi.

“Sekarang masyarakat menyampaikan kritik lewat media sosial, dan itu langsung sampai. Ini harus kita jadikan masukan untuk menyerap aspirasi yang lebih nyata,” katanya.

Selain pendekatan partisipatif, Gubernur Sultra turut mendorong keterlibatan aktif sektor swasta, khususnya pengusaha di bidang hilirisasi pertambangan nikel yang banyak beroperasi di wilayah Kolaka.

Ia menekankan bahwa kontribusi dunia usaha tidak cukup hanya dalam bentuk “fee”, tetapi juga harus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah agar tercipta rasa memiliki atau sense of belonging terhadap pembangunan daerah.

Pendekatan ini dinilai penting untuk meminimalisir potensi konflik sosial sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Dalam jangka panjang, langkah tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian fiskal kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Di akhir sambutannya, Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka sebagai tuan rumah Musrenbang. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan seluruh bupati dan wali kota di Sultra.

“Saya akan memperkuat rencana pembangunan yang sudah disusun oleh para kepala daerah. Sampaikan data sedetail mungkin agar anggaran yang kita gunakan benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.

Musrenbang Sultra 2026 di Kolaka menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Di tengah dinamika pembangunan daerah, pendekatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan sekaligus membuka peluang baru bagi kemajuan Sulawesi Tenggara*