KENDARI, Kongkritpost.com- Kendari tak lagi sekadar kota pesisir yang tenang. Mulai  denyutnya berubah. Perayaan Hari Ulang Tahun ke-195 kota ini berkelindan dengan forum internasional UCLG ASPAC—membuka babak baru: dari panggung lokal ke arena global.

Persiapan tak main-main. Pemerintah kota memastikan seluruh aspek teknis sudah masuk fase akhir. Ini bukan sekadar hajatan seremonial, tapi momentum strategis: Kendari ingin dilihat, didengar, dan diingat.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari Sahuriyanto Meronda menegaskan, kolaborasi dua agenda besar ini adalah kesempatan langka. “Ini titik awal pembuktian. Kendari siap jadi tuan rumah yang terbuka, tertib, dan kompetitif,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Di balik panggung, mesin kota dipacu. Infrastruktur komunikasi disiapkan, media center dibangun, jaringan diperkuat. Semua diarahkan pada satu tujuan: memastikan Kendari tampil tanpa cela di mata tamu dari berbagai negara.

Namun, taruhan sebenarnya bukan hanya pada pemerintah. Warga ikut jadi aktor utama. Kebersihan, keramahan, hingga ketertiban publik akan menjadi “wajah” yang dilihat dunia.

Rangkaian kegiatan pun padat. Pameran pembangunan akan memamerkan inovasi OPD dan produk UMKM. Forum internasional UCLG ASPAC menghadirkan para pemimpin kota untuk membahas isu perkotaan berkelanjutan. Di sisi lain, pesta rakyat tetap digelar—menjaga ruh lokal agar tak tenggelam di tengah gegap gempita global.

Efeknya mulai dihitung. Kedatangan delegasi diyakini akan menggerakkan ekonomi—hotel, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha kecil akan ikut merasakan denyutnya.

Kendari kini berada di persimpangan penting. Jika sukses, ini bukan sekadar perayaan ulang tahun. Ini deklarasi: kota ini siap naik kelas.

Ini  adalah pembuktian. Dan dunia, untuk pertama kalinya dalam skala besar, akan benar-benar melihat Kendari*