KENDARI, Kongkritpost.com-Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kendari kali ini menghadirkan warna berbeda. Jika biasanya forum bulanan identik dengan agenda organisasi, kali ini seluruh peserta justru diajak mempelajari keterampilan yang bisa menjadi penentu keselamatan seseorang saat menghadapi situasi darurat.

Menggandeng tenaga medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, DWP menggelar Sosialisasi dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD), Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas anggota agar mampu memberikan pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan penanganan medis.

Ketua DWP Kota Kendari, Ny. Hasria Amir Hasan, mengatakan organisasi perempuan tidak hanya berperan dalam mendukung program pemerintah, tetapi juga harus memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi darurat yang bisa terjadi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Hari ini kami melaksanakan pertemuan rutin bulanan yang kami isi dengan sosialisasi dan simulasi Bantuan Hidup Dasar bersama tim medis RSUD Kota Kendari. Kami ingin seluruh anggota memiliki pengetahuan dasar tentang bagaimana memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan atau kondisi yang mengancam keselamatan seseorang,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai langkah-langkah dasar penanganan korban, mulai dari mengenali kondisi gawat darurat, melakukan pemeriksaan awal, hingga teknik pertolongan yang benar sebelum petugas kesehatan tiba.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, seluruh anggota juga mengikuti sesi praktik secara langsung. Dengan pendampingan tenaga medis, peserta mencoba berbagai teknik Bantuan Hidup Dasar agar memiliki pengalaman nyata dalam menghadapi situasi darurat.

Hasria menilai pembekalan tersebut menjadi investasi pengetahuan yang sangat penting. Menurutnya, kemampuan memberikan pertolongan pertama tidak hanya berguna saat berada di lingkungan kerja, tetapi juga dapat menyelamatkan anggota keluarga maupun masyarakat ketika menghadapi keadaan yang membutuhkan tindakan cepat.

Ia berharap ilmu yang diperoleh para anggota tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada lingkungan sekitar sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya penanganan awal pada kondisi gawat darurat.

Pada kesempatan itu, Hasria juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus serta Ketua DWP OPD, kecamatan, dan kelurahan yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, DWP Kota Kendari akan terus menghadirkan program-program yang memberi manfaat nyata bagi anggotanya, tidak hanya dalam penguatan organisasi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pertemuan tersebut dihadiri Pengurus DWP Kota Kendari, Ketua DWP Organisasi Perangkat Daerah se-Kota Kendari, Ketua DWP Kecamatan, serta Ketua DWP Kelurahan. Melalui kegiatan ini, DWP Kota Kendari menunjukkan bahwa organisasi perempuan juga memiliki peran strategis dalam membangun budaya tanggap darurat dan kepedulian sosial di tengah masyarakat*