KENDARI, Kongkritpost.com-Pemerintah Kota Kendari mulai mengambil langkah baru dalam strategi pembangunan daerah. Di tengah tantangan keterbatasan anggaran, Pemkot menilai percepatan pembangunan tidak bisa hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Melalui pendekatan kolaborasi, Pemkot Kendari kini membuka ruang kerja sama lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk mitra strategis nasional maupun internasional.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan, pembangunan kota ke depan membutuhkan pola baru yang lebih kreatif, terutama dalam mencari sumber dukungan di luar kemampuan fiskal daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu menciptakan inovasi pembiayaan agar program prioritas tetap berjalan tanpa memberikan tekanan besar terhadap anggaran daerah.
“Pembangunan Kendari ke depan harus berdiri di atas kolaborasi yang kuat, inovasi, serta kemitraan yang saling menguntungkan,” jelas Siska Karina Imran, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan, ada beberapa sektor yang menjadi fokus dalam penguatan kerja sama tersebut, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pengembangan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pembangunan kota yang berkelanjutan.
Pemkot Kendari juga mulai membuka peluang kerja sama melalui berbagai jalur, termasuk penjajakan hubungan dengan kota-kota potensial di luar negeri melalui program kota kembar.
Selain itu, komunikasi dengan investor dan lembaga pendanaan internasional juga menjadi bagian dari strategi pemerintah kota untuk mendukung pembangunan.
Bagi Pemkot Kendari, kemitraan global bukan hanya soal pembiayaan, tetapi juga membuka peluang transfer pengetahuan, teknologi, dan inovasi dalam pengelolaan kota.
Dengan konsep tersebut, Kendari diarahkan menjadi kota yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman, memiliki daya saing, serta mampu menarik lebih banyak peluang investasi.
Pemerintah kota berharap langkah kolaboratif ini dapat menjadi solusi menghadapi keterbatasan anggaran sekaligus mempercepat terwujudnya pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui strategi baru ini, Kendari ingin membuktikan bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kemampuan membangun jejaring dan menciptakan peluang*






