KENDARI, Kongkritpost.com- Suasana Eks MTQ Kota Kendari bakal menjadi pusat perhatian masyarakat Sulawesi Tenggara pada Juli mendatang. Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sultra tengah mempersiapkan sebuah agenda besar bertajuk Silaturahmi Akbar dan Festival Budaya Masyarakat Muna Sultra yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diproyeksikan menjadi ruang besar bagi masyarakat Muna dari berbagai daerah untuk berkumpul, mempererat hubungan kekeluargaan, sekaligus menampilkan identitas budaya yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat Muna.
Ketua KKMM Sultra, La Ode Darwin mengungkapkan, persiapan kegiatan terus berjalan. Hingga saat ini, kesiapan panitia telah mencapai sekitar 50 hingga 60 persen dan seluruh bidang mulai bergerak menyelesaikan kebutuhan teknis acara.
“Progresnya sudah cukup baik. Persiapannya sudah 50 sampai 60 persen, tinggal action di lapangan, termasuk kesiapan acara dan undangan,” ujar La Ode Darwin usai memimpin rapat bersama panitia, Minggu (28/6/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan ini membawa misi utama memperkuat silaturahmi masyarakat Muna yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara maupun luar daerah. Festival tersebut juga menjadi upaya menjaga budaya Muna agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Panitia menargetkan sekitar 20 ribu masyarakat Muna akan hadir dalam kegiatan tersebut. Jumlah besar itu diharapkan menjadi gambaran kuatnya persatuan dan kebersamaan masyarakat Muna.
Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah upaya pencatatan Rekor MURI melalui tradisi Haroa. Tradisi tersebut akan dikemas dalam skala besar dengan jumlah dulang yang telah disiapkan sesuai persyaratan.
“Untuk Rekor MURI sudah siap. Kemarin ada catatan jumlah antara 1.065 sampai 1.200 dulang dan itu sudah kita sanggupi. Insyaallah pihak MURI akan hadir langsung menyerahkan penghargaan,” kata La Ode Darwin.
Selain agenda silaturahmi, festival ini juga akan menghadirkan beragam pertunjukan budaya khas Muna. Sejumlah tradisi seperti Modero, Ewa wuna, hingga atraksi perkelahian kuda direncanakan tampil memeriahkan kegiatan.
Namun untuk atraksi perkelahian kuda, panitia masih melakukan pematangan teknis agar pelaksanaannya dapat berjalan aman dan maksimal.
La Ode Darwin juga memastikan kegiatan tersebut tidak memiliki muatan politik. Menurutnya, seluruh rangkaian acara murni untuk mempererat hubungan masyarakat dan mengangkat kebudayaan daerah.
“Tujuan kegiatan ini untuk memperkuat silaturahmi masyarakat Muna yang ada di Sultra maupun daerah lain. Tidak ada tujuan politik sama sekali,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, KKMM Sultra juga akan melibatkan lembaga adat serta tokoh masyarakat. Panitia turut mengundang unsur pemerintah daerah sebagai bagian dari dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
Untuk menciptakan suasana kekeluargaan, lokasi kegiatan di Eks MTQ Kendari akan ditata dengan konsep kebersamaan. Peserta nantinya akan menikmati acara dengan suasana duduk bersila di bawah tenda yang telah disiapkan panitia.
Lebih jauh, KKMM Sultra juga ingin memperkuat peran organisasi sebagai wadah sosial masyarakat. Ke depan, organisasi ini berkomitmen menghadirkan fasilitas yang dapat membantu warga Muna di Kota Kendari, seperti ambulans, perlengkapan acara, serta fasilitas pendukung kegiatan sosial.
Menurut La Ode Darwin, organisasi keluarga besar masyarakat Muna tidak hanya bertugas menjaga budaya, tetapi juga harus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengajak seluruh masyarakat Muna untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.
“Mari kita hadir dan sukseskan Silaturahmi Akbar dan Festival Budaya ini. Ini menjadi momentum agar masyarakat Muna tetap bersatu dan bersama membangun daerah,” pungkasnya*



