BOMBANA, Kongkritpost.com- Isu lingkungan yang menyeruak di Bombana akhir-akhir ini menempatkan PT Tambang Bumi Sulawesi (TBS) di tengah sorotan publik. Manajemen perusahaan menegaskan bahwa tudingan pencemaran yang diarahkan kepada mereka tidak berdasar.

IMG 20250816 WA0064 3
Ket gambar: Udara Pesisir Pantai Desa Pu,ununu dan Pongkalaero Kabaena Selatan Kab. Bombana. Foto di ambil tanggal 16 Agustus 2025.( foto TBS)

Kepala Teknik PT TBS, Zulkifli, menyatakan perusahaan selalu menjalankan kegiatan operasional sesuai kaidah pertambangan yang baik dan prinsip good mining practice. “Kami telah membangun drainase dan kolam sedimentasi yang terhubung dengan sistem sedimenpod, sehingga potensi pencemaran bisa diminimalisir,” ujarnya, Sabtu (16/8/2025).

Kondisi keruhnya air sungai yang mengalir ke pesisir Desa Pongkalaero dan Pu’ununu, menurut Zulkifli, bukan akibat aktivitas pertambangan, melainkan proses normalisasi sungai yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Alat PT TBS bahkan turut membantu pengurukan sungai yang mengalami pendangkalan. “Proses normalisasi wajar menimbulkan perubahan warna air sementara,” jelasnya.

IMG 20250816 WA0065
Ket gambar: Kondisi Sungai Di Desa Pu,ununu dan Pongkalaero. Foto di ambil tanggal 15 Agustus 2025.( foto TBS)

Zulkifli juga menekankan bahwa foto-foto yang sempat viral di media sosial diambil saat musim hujan, saat air sungai memang cenderung berubah warna. Ia menjanjikan dokumentasi terbaru yang menunjukkan kondisi sungai dan pesisir yang lebih jelas.

Dalam perspektif yang lebih luas, isu ini mencerminkan ketegangan antara kegiatan ekonomi dan sensitivitas lingkungan. PT TBS menegaskan komitmennya pada pemantauan kualitas air dan udara secara rutin, serta koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pengujian dilakukan tiap bulan untuk air dan enam bulan untuk udara, menjadikan transparansi data sebagai prioritas perusahaan.

IMG 20250816 WA0067
Ket gambar: Alat Berat Milik BPBD Kabupaten Bombana yg sedang melakukan normalisasi sungai.(foto TBS)

Dengan klarifikasi ini, PT TBS berharap publik dapat menilai secara objektif, sekaligus mendorong dialog konstruktif mengenai keberlanjutan lingkungan dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab( Usman)